"Godaan-godaan untuk mengambil sesuatu itu mesti ada. Itu bisa diminimalisir dengan menginstalasi sistem kontrol dan sistem akuntabilitas yang memadai," jelasnya.

Kontrol publik terhadap pelaksanaan MBG juga dinilai belum optimal. Berbagai kritik terkait kualitas program, dugaan pemborosan anggaran, hingga kasus keracunan makanan belum mendapatkan respons yang memadai.

Dorong Pembenahan Menyeluruh

Meski begitu, Gabriel mengapresiasi langkah pemerintah yang memproses hukum mantan pimpinan BGN. Namun, ia mengingatkan bahwa penindakan terhadap individu tidak cukup jika tidak diikuti pembenahan sistem secara menyeluruh.

"Kita mengapresiasi ada langkah untuk mencopot lalu menangkap Ketua BGN dan wakilnya.

Harapannya tidak berhenti di situ, tetapi ini menjadi momentum untuk benar-benar membereskan masalah tata kelola yang luar biasa bobrok terkait proses perencanaan dan pelaksanaan program MBG," katanya.

Sebagai langkah awal, Gabriel mendorong pemerintah melakukan evaluasi komprehensif terhadap desain kelembagaan MBG, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penganggaran hingga pertanggungjawaban.

Ia bahkan mengusulkan penghentian sementara program selama satu hingga dua bulan untuk memberi ruang evaluasi yang melibatkan para ahli independen.

>>> Saham BCA Melonjak 9,71 Persen Setelah BI Naikkan Suku Bunga

"Bukan hanya dievaluasi oleh birokrat dan tim sukses, tetapi perlu dievaluasi oleh orang-orang yang punya kapasitas, seperti ahli gizi, ahli tata kelola, dan ahli keuangan," pungkasnya.