Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melonjak 9,71 persen ke level Rp 5.650 pada perdagangan Rabu (10/6/2026).

Lonjakan ini mengakhiri tren penutupan di zona merah yang dialami perseroan sejak 3 Juni hingga 8 Juni 2026.

>>> Disney Rahasiakan Keterlibatan Taylor Swift di Toy Story 5 dari Tom Hanks

Penguatan tersebut melanjutkan tren positif setelah saham BBCA juga melompat 7,72 persen pada hari Selasa sebelumnya.

Kenaikan tajam ini dipicu oleh respons pasar terhadap kebijakan moneter terbaru Bank Indonesia.

Katalis Kenaikan Suku Bunga

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menilai keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen menjadi katalis utama reli saham BBCA.

>>> Wasit Somalia Omar Artan Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

"Langkah pengetatan moneter ini dinilai menjadi berkah bagi BBCA karena perseroan memiliki keunggulan kompetitif berupa porsi dana murah (CASA) yang sangat jumbo, mencapai 81 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK)," sebut BRI Danareksa Sekuritas dalam catatannya, Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, CGS International Sekuritas memproyeksikan pergerakan saham BBCA untuk perdagangan Kamis (11/6/2026).

Broker efek ini menetapkan target resistance pertama BBCA pada level 5.842 dan resistance kedua di angka 6.033.

>>> Doa Qunut Subuh: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membaca

Adapun posisi support pertama diproyeksikan berada pada level 5.317 dan support kedua pada level 4.983.