Satelit Militer Rusia Terbukti Ganggu Sinyal GPS di Eropa
Tim peneliti dari University of Texas at Austin berhasil memastikan bahwa gangguan sinyal GPS yang melanda Eropa selama bertahun-tahun berasal dari satelit militer Rusia.
Temuan ini menjadi bukti pertama bahwa sebuah negara mampu mengganggu sinyal GPS dari luar angkasa dalam skala benua.
>>> Google AI Plus Indonesia Gandakan Kapasitas Penyimpanan Jadi 400 MB
Penelitian dipimpin Profesor Todd Humphreys bersama mahasiswa riset Zach Clements dan Argyris Kriezis dari Stanford University.
Mereka mengidentifikasi 75 insiden gangguan sinyal GPS antara 2019 hingga 2026.
Gangguan tersebut menyebabkan penurunan rasio sinyal terhadap gangguan suara sebesar 5 dB atau lebih.
Wilayah terdampak terbentang luas, mulai dari Islandia di utara hingga Italia di selatan.
Setiap insiden berlangsung kurang dari 10 detik dan tidak menyebabkan konsekuensi serius karena perangkat beralih ke sinyal cadangan.
Namun, kemampuan teknis yang ditunjukkan memicu kekhawatiran para peneliti.
Tiga Satelit EKS Jadi Pelaku
Setelah analisis panjang, pelaku diidentifikasi sebagai tiga satelit dari konstelasi Edinaya Kosmicheskaya Sistema (EKS) milik Rusia.
EKS adalah sistem satelit militer Rusia yang dirancang untuk mendeteksi peluncuran rudal dan ledakan nuklir.
Satelit EKS pertama diluncurkan pada 2019, dan gangguan GPS luas pertama tercatat sebulan kemudian.
Tiga satelit yang teridentifikasi berasal dari seri Tundra yang beredar di orbit Molniya.
Untuk mendeteksi sumber, peneliti membangun kerangka kerja berbasis data dari 165 stasiun referensi GPS di seluruh Eropa.
>>> Google Gandakan Kapasitas Google AI Plus Indonesia Jadi 400 GB, Harga Tetap
Sinyal gangguan ditemukan sedikit bergeser dari frekuensi GPS L1, yaitu di 1577,5 MHz.
Penggeseran ini dinilai sebagai upaya sengaja untuk menguji kemampuan jamming tanpa mudah terdeteksi.
Update Terbaru
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Strategi Politik Jokowi: Karpet Merah untuk Gibran dan Transformasi Kaesang
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Buffalo Bills Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka Melawan Houston Texans
Senin / 27-07-2026, 02:14 WIB
PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
GM Raup 70 Sen dari Setiap Dolar Langganan, Hanya 4 Sen dari Penjualan Mobil
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
Jimmie Johnson Kembali ke No. 48 untuk Balap Perpisahan di Daytona 500 2027
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Utah Talons Kalahkan Chicago Bandits 2-1 di Laga Pembuka Final AUSL
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Lucas Glover Protes Teknik AimPoint dengan Melepas Sepatu di 3M Open
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Pelaku Serangan Pride Berlin Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Profesor Sejarah Temukan Harta Karun Emas Zaman Besi Terbesar di Inggris
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB







