Robot humanoid SeeLight S1 buatan perusahaan kecerdasan buatan asal China, GigaAI, mulai diuji coba untuk membantu pekerjaan rumah tangga.

Pengujian dilakukan di sebuah apartemen percobaan di Wuhan, China. Robot ini dirancang untuk merespons perintah pengguna melalui bahasa alami.

>>> Haji Bolot Dirawat di Rumah Sakit, Andre Taulany Minta Doa

Dalam uji coba, SeeLight S1 mampu mengambil makanan, memanaskan di microwave, membersihkan meja, dan melipat pakaian.

Namun, performanya masih belum sempurna. Robot ini membutuhkan waktu lebih dari 10 menit untuk melipat satu helai pakaian.

Untuk merapikan empat buah buku, robot memerlukan waktu lebih dari lima menit. Selain lambat, robot juga kerap kesulitan berinteraksi dengan benda rumah tangga.

Salah satu contohnya adalah robot sering menumpahkan air saat mencoba memegang cangkir.

>>> Ketahui Kapan Waktu Tepat Lakukan Factory Reset HP

Tantangan Lingkungan Domestik

Co-founder sekaligus CEO SeeLight, Zu Zheng, mengatakan bahwa pekerjaan rumah tangga merupakan tantangan besar bagi robot humanoid.

Berbeda dengan robot konvensional yang bekerja di lingkungan terstruktur, robot rumah tangga harus beradaptasi dengan kondisi dinamis.

Setiap hunian memiliki tata letak, perabotan, dan kebiasaan penghuni yang berbeda. Robot tidak hanya perlu bergerak dan memegang objek, tetapi juga memahami lingkungan sekitar.

"Robot rumah tangga bergantung pada otak. Mereka harus memahami lingkungan sekitar, merencanakan tugas, menjalankan operasi, dan terus belajar," ujar Zu Zheng.

>>> Telkomsel dan TVRI Sediakan Paket MAXStream TV untuk Nonton Piala Dunia 2026

Ia menambahkan bahwa tugas seperti melipat pakaian atau mengambil cangkir jauh lebih rumit daripada gerakan yang telah diprogram sebelumnya.