Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Rabu (10/6/2026) dan terus berlanjut hingga Kamis pagi.

Nilai komoditas ini merosot hampir 5% dan mendekati batas bawah US$ 4.000 per troy ons.

>>> Omar Alderete Optimis Paraguay Mampu Bicara Banyak di Piala Dunia 2026

Berdasarkan data Bloomberg Technoz, harga emas di pasar spot tercatat US$ 4.059,6 per troy ons pada Rabu (10/6/2026).

Angka tersebut turun 4,73% dari hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak November 2025.

Penurunan ini merupakan hari keempat berturut-turut bagi harga emas. Secara point-to-point, harga logam mulia telah jatuh 9,28% dalam periode tersebut.

Pada Kamis pagi (11/6/2026), harga emas kembali terkoreksi 0,09% ke level US$ 4.056 per troy ons pada pukul 06:47 WIB.

Ketegangan Timur Tengah dan Dampaknya

Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memicu gejolak pada pergerakan harga emas. Hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) kian memanas dengan aksi saling serang.

Militer AS mengaku telah meluncurkan rudal ke beberapa titik di Iran. Sementara itu, Teheran menegaskan kemampuan penuh untuk melancarkan serangan balasan.

Presiden AS Donald Trump menuduh Iran sengaja memperlambat negosiasi perdamaian. Konflik di Timur Tengah kini memasuki bulan keempat, dan Selat Hormuz masih ditutup.

Kondisi ini memicu lonjakan harga energi global.

>>> IHSG Melonjak 2,71% ke 5.902,37, Investor Asing Catat Net Sell Rp 3,13 Triliun

Harga minyak brent naik 1,8% ke US$ 93,1 per barel pada Rabu, dan terus naik 2,39% ke US$ 95,32 per barel pada Kamis pagi.

Lonjakan harga energi berpotensi memicu inflasi global. Hal ini menyulitkan bank sentral untuk menurunkan suku bunga, bahkan membuka peluang pengetatan moneter.