Sebagai bentuk perlawanan, Iran membalas dengan menggempur sejumlah fasilitas militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait.

Trump mengunggah pernyataan di media sosial pada Rabu malam, mengklaim militer AS berhasil mengawal lebih dari 200 kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah tersebut diklaim berhasil mengalirkan lebih dari 100 juta barel minyak ke pasar global, dan Trump secara sepihak menyatakan AS kini memegang kendali penuh atas selat strategis tersebut.

Dampak Terhadap Logistik dan Cadangan Domestik AS

Meskipun arus pengiriman minyak dari Teluk Persia mulai mengalir sedikit demi sedikit, gangguan logistik di Timur Tengah tetap mendongkrak harga energi global.

Dampak nyata terlihat dari kenaikan harga bensin di AS yang memicu kecemasan terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Data resmi pemerintah AS menunjukkan cadangan minyak mentah domestik menyusut hingga 7,2 juta barel pada pekan lalu, menandai penyusutan selama tujuh pekan berturut-turut.

>>> Penjualan Mobil Listrik Mei 2026 Melambat, Jaecoo J5 BEV Pimpin Pasar

Pada pukul 06.30 pagi waktu Singapura, WTI untuk pengiriman Juli naik 2,4% menjadi US$92,20 per barel, sementara Brent untuk pengiriman Agustus ditutup menguat 1,8% menjadi US$93,10 per barel pada perdagangan Rabu.