Kapasitas manufaktur terus dikembangkan melalui pembangunan pabrik di Solo pada 2020 dan di Cikupa pada 2023.

Kedua fasilitas telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dari Kementerian Kesehatan.

Keterlibatan Proyek Multilateral dan Prospek Bisnis

Perusahaan ikut terlibat dalam sejumlah proyek kesehatan yang didukung lembaga multilateral.

Beberapa di antaranya adalah proyek Islamic Development Bank (IsDB) di Universitas Sumatera Utara pada 2013, serta di Universitas Sebelas Maret dan Universitas Andalas pada 2016.

Keterlibatan berlanjut di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada 2021, RS Vertikal Makassar dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo pada 2024, serta RS Vertikal Surabaya pada 2025.

Kebutuhan alat kesehatan di Indonesia dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang seiring peningkatan kapasitas layanan kesehatan nasional.

>>> Memahami Arti Alis Nyambung yang Sering Dikaitkan dengan Karakter Seseorang

Perusahaan akan terus memacu perluasan jaringan distribusi, peningkatan kapasitas manufaktur, dan penguatan kerja sama dengan mitra teknologi internasional.