Fluktuasi penjualan domestik pada awal tahun ini diakui terjadi akibat proses perombakan lini produksi seiring transisi menuju teknologi baterai generasi kedua.

>>> Lincoln Luncurkan Pod Futuristik Mirip Toilet Mewah untuk Pemasaran

"Atas nama manajemen, saya memahami dan menghargai dukungan Anda," kata Wang Chuanfu kepada para investor.

Ekspansi Global dan Tantangan

Untuk mengamankan target jangka panjang, BYD mempercepat ekspansi infrastruktur global. Perusahaan mengalokasikan dana hampir 1,8 miliar poundsterling di Eropa demi membangun jaringan pengisian daya cepat.

Di sisi lain, ekspansi BYD di Eropa menghadapi tantangan berupa penyelidikan dugaan pelanggaran hukum ketenagakerjaan Uni Eropa.

Kasus ini terkait penggunaan pekerja migran asal China dalam proyek pembangunan pabrik pertamanya di Szeged, Hungaria.

Eksekutif internasional tertinggi perusahaan, Stella Li, menegaskan komitmen operasional regional di tengah tekanan tarif kendaraan listrik asal China yang diberlakukan oleh Brussel.

Penjualan luar negeri BYD ditargetkan mampu melampaui angka 1,5 juta unit pada tahun ini.

"Hongaria adalah prioritas nomor satu saat ini," kata Stella Li kepada Reuters. Prioritas berikutnya adalah mencari lokasi fasilitas produksi kedua di wilayah Eropa.

Sementara itu, pengerjaan proyek pabrik di Turki ditangguhkan sementara waktu. Perusahaan ingin fokus sepenuhnya pada optimalisasi produksi di dalam kawasan Uni Eropa.

"Prioritas kedua adalah fokus untuk menemukan fasilitas [produksi] kedua di Eropa," kata Stella Li.

Selain hambatan regulasi di Eropa, BYD menghadapi tantangan geopolitik baru.

Pentagon memasukkan perusahaan tersebut ke dalam daftar entitas militer China yang dianggap sebagai risiko keamanan nasional bagi Amerika Serikat.

>>> Toyota Rilis Skid Plate Aerodinamis untuk Hilux Generasi Sebelumnya, Kurangi Efek Angin Samping

Menanggapi keputusan tersebut, pemerintah China menyatakan bahwa penetapan sepihak dari otoritas Amerika Serikat itu tidak memiliki basis faktual yang kuat.