BYD, raksasa otomotif asal China, menargetkan posisi sebagai produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan.

Target ambisius ini disampaikan langsung oleh pendiri sekaligus pimpinan BYD, Wang Chuanfu, dalam rapat umum pemegang saham tahunan perusahaan di Shenzhen pada Selasa, 9 Juni 2026.

>>> Callaway Siapkan Cadillac CT5-V Blackwing Bertenaga 780 HP dengan Transmisi Manual

Langkah ini diambil setelah BYD berhasil melampaui volume penjualan global Ford untuk pertama kalinya pada tahun 2025. Saat itu, BYD mengamankan posisi keenam dunia.

Untuk merebut mahkota industri otomotif global, BYD harus mengejar ketertinggalan dari Toyota yang memimpin pasar dengan penjualan 11,3 juta kendaraan pada tahun lalu.

Sementara itu, penjualan BYD tercatat sebesar 4,8 juta unit.

Pertumbuhan masif BYD didorong oleh keputusan strategis menghentikan produksi mobil berbahan bakar minyak sepenuhnya pada tahun 2022. Perusahaan kini fokus pada kendaraan listrik berbasis baterai dan hibrida.

Penjualan luar negeri BYD mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai rekor lebih dari 160.000 unit pada Mei 2026.

Angka ini mencatatkan kenaikan tahunan sebesar 80 persen.

Peningkatan kinerja operasional ini sekaligus menjadi upaya manajemen untuk menenangkan para investor.

Nilai saham perusahaan di bursa Hong Kong mengalami kemerosotan hingga 33 persen dalam setahun terakhir akibat ketatnya persaingan domestik.

Wang Chuanfu meyakinkan para pemegang saham bahwa penurunan nilai pasar saat ini tidak mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.

"BYD akan benar-benar menjadi produsen otomotif nomor satu secara global dalam hal skala dalam lima tahun," kata Wang Chuanfu, Ketua dan Presiden BYD.

Pihak manajemen juga meminta para investor untuk tetap sabar menghadapi fluktuasi harga saham.