Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 67% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Desember 2026 berdasarkan data CME FedWatch Tool.

Dari sisi data makro, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen (CPI) inti naik 0,2% secara bulanan pada Mei setelah meningkat 0,4% pada April.

Strategis pasar Paul Wong menilai bahwa sejumlah faktor fundamental seperti kekhawatiran inflasi, pembelian oleh bank sentral, serta pelemahan nilai mata uang masih akan menopang prospek jangka panjang emas.

"Meski harga emas sedang mengalami konsolidasi, kekhawatiran terhadap inflasi, pembelian bank sentral, dan depresiasi mata uang masih menjadi faktor yang menopang pasar emas," kata Paul Wong, Strategis pasar Sprott Asset Management.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,8% menjadi US$ 64,83 per ons troi.

Platinum merosot 2,6% ke US$ 1.681,88 per ons troi, sedangkan paladium naik 0,7% menjadi US$ 1.230,41 per ons troi.

>>> Departemen Keuangan AS Kembalikan Bea Masuk Rp396 Triliun ke Importir

Pasar kini menantikan rilis data indeks harga produsen (PPI) AS pada Kamis (11/6) untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depan.