Departemen Keuangan AS Kembalikan Bea Masuk Rp396 Triliun ke Importir
Departemen Keuangan Amerika Serikat mengembalikan dana hampir US$22 miliar atau sekitar Rp396 triliun kepada para importir pada Mei 2026.
Langkah ini merupakan gelombang pertama pengembalian setelah Mahkamah Agung membatalkan bagian utama dari kebijakan perdagangan luar negeri Presiden Donald Trump.
>>> Ancaman Trump ke Iran Kerek Harga Minyak Dunia Hampir US$ 2
Berdasarkan pernyataan resmi Departemen Keuangan AS pada Rabu (10/6/2026), nilai pengembalian tersebut hampir menyamai seluruh total tarif yang dipungut pemerintah selama bulan Mei.
Akibatnya, pendapatan bersih negara dari sektor bea masuk mencatat angka negatif pertama sejak 2015, yakni minus US$42 juta atau setara Rp756 miliar.
Proses Pengembalian Dana
Proses pemulangan dana dimulai sejak April setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa Presiden Trump tidak memiliki wewenang hukum menerapkan tarif melalui International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).
Pemerintah AS kini mengajukan banding atas perintah pengadilan yang mewajibkan pengembalian total pungutan senilai US$166 miliar atau sekitar Rp2.988 triliun kepada importir.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjelaskan di hadapan sidang Kongres pekan lalu bahwa dana tersebut akan dikembalikan kepada perusahaan pengimpor barang yang dikenakan tarif.
>>> Ratusan Musisi Demo Kemenhum Tuntut Pencabutan SE LMKN
Bessent menambahkan bahwa penerimaan dari pos tarif lain diperkirakan tetap memberikan kontribusi serupa bagi kas negara pada 2026, meskipun beberapa kebijakan belum berlaku sepenuhnya.
Secara umum, total defisit anggaran pemerintah AS menyempit 9 persen menjadi US$1,25 triliun pada delapan bulan pertama tahun fiskal ini.
Kondisi keuangan tersebut juga dipengaruhi lonjakan pembayaran bunga utang luar negeri AS yang mencapai US$133 miliar pada Mei, naik 44 persen dari tahun lalu.
Penerimaan dari pajak penghasilan individu dan jaminan sosial meningkat menjadi US$286 miliar, sementara pendapatan dari pajak korporasi merosot hingga 67 persen.
>>> Wall Street Merosot Tajam, Aksi Jual Saham Teknologi dan Konflik AS-Iran Jadi Pemicu
Congressional Budget Office memproyeksikan defisit anggaran tahunan AS akan kembali melebar mencapai US$1,85 triliun pada tahun fiskal 2026 dan US$1,89 triliun untuk 2027.
Update Terbaru
Ikan Sidat Asal Indonesia Ternyata Punya Omega-3 Tertinggi di Dunia, Kalahkan Salmon
Minggu / 26-07-2026, 17:58 WIB
Solusi Anti Pegal Saat Macet Pakai Fitur Canggih Daihatsu Rocky Hybrid
Minggu / 26-07-2026, 17:57 WIB
Tips Memilih Warna Bedak Sesuai Warna Kulit untuk Makeup Flawless
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
6 Tampang Pelaku Pengeroyokan Pria yang Dituduh Maling Ayam di Bali Hingga Tewas
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
Menepi Sejenak di Tengah Jakarta hingga Kuliner Tanah Air Autentik
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
Diskon Jutaan Rupiah untuk AC dan Mesin Cuci di Transmart Hari Ini
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
Ini Beras Termahal di Dunia, Harganya Tembus Jutaan Rupiah Per Kg
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
Transformasi Kampung di Jaksel: Dari 'Gotham City' Menuju Smart Village Berteknologi
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
Powerball Jackpot Mencapai $600 Juta, Ini Angka Pemenangnya
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
The Rookie Season 9 Production Begins as Extended Cut of Season 8 Drops on Hulu
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
Kewenangan Hitung Kerugian Negara Kembali ke BPK, Metode Audit BPKP Disorot
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Buka Suara soal Bela Tersangka Korupsi Eks Jampidsus
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
Menkum Bantah Kenaikan Tarif Lepas WNI Cari Untung, Siap Evaluasi
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB
Cak Imin Ajak Semua Partai Revisi 108 UU demi Sukseskan Prabowonomics
Minggu / 26-07-2026, 17:20 WIB







