Ancaman Trump ke Iran Kerek Harga Minyak Dunia Hampir US$ 2
Harga minyak dunia ditutup menguat hampir US$ 2 per barel pada perdagangan Rabu (10/6/2026).
Lonjakan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras jika kesepakatan damai gagal tercapai.
>>> Ratusan Musisi Demo Kemenhum Tuntut Pencabutan SE LMKN
Minyak mentah Brent terkerek naik US$ 1,65 atau 1,8% menjadi US$ 93,10 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 1,83 atau 2% menuju level US$ 90,03 per barel.
Dalam perdagangan intraday, kedua kontrak minyak sempat melonjak sekitar US$ 3.
Kenaikan terjadi setelah Trump menegaskan kembali posisi AS yang akan menyasar Iran pasca aksi saling serang semalam, yang tercatat sebagai salah satu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata April lalu.
Meski demikian, penguatan harga minyak sedikit mereda menjelang penutupan perdagangan.
Hal ini terjadi setelah Trump membeberkan bahwa militer AS secara rahasia mengawal kapal-kapal pengangkut lebih dari 100 juta barel minyak keluar dari Selat Hormuz.
Sebagai perbandingan, konsumsi minyak global saat ini berada di kisaran 100 juta barel per hari. Trump mengklaim operasi militer rahasia tersebut berhasil menahan lonjakan harga komoditas energi ini.
"Harga minyak seharusnya bisa mencapai US$ 250 per barel.
Namun sekarang masih berada di kisaran US$ 85 hingga US$ 90 per barel," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Pernyataan tersebut dikeluarkan Trump setelah dirinya menulis di platform Truth Social. Ia menegaskan bahwa Iran harus membayar harga karena dinilai mengulur-ulur proses negosiasi perdamaian.
Analis: Premi Risiko Geopolitik Kembali
Senior Analyst Price Futures Group Phil Flynn menilai pelaku pasar kini kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam struktur harga seiring memanasnya hubungan AS dan Iran.
Update Terbaru
Haji Bolot Dirawat di Rumah Sakit, Andre Taulany Minta Doa
Kamis / 11-06-2026, 07:13 WIB
Omar Alderete Optimis Paraguay Mampu Bicara Banyak di Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 07:12 WIB
IHSG Melonjak 2,71% ke 5.902,37, Investor Asing Catat Net Sell Rp 3,13 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 07:12 WIB
Kemenkes: Konsumsi Gula Berlebih Picu Penyakit Ginjal Kronis
Kamis / 11-06-2026, 07:12 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Serangan Baru Militer AS ke Iran
Kamis / 11-06-2026, 07:12 WIB
Kemenkeu Cekal Tyo Nugros Terkait Pengurusan Piutang Negara
Kamis / 11-06-2026, 07:11 WIB
Mengenal Happy Aging dan Tantangan Kesehatan di Usia Tua
Kamis / 11-06-2026, 07:09 WIB
Produksi Smartphone Global Turun 1,7 Persen pada Kuartal I 2026
Kamis / 11-06-2026, 07:09 WIB
Lebih dari 18.000 Pengemudi Ditilang karena Menerobos Bus Sekolah di New York
Kamis / 11-06-2026, 07:09 WIB
Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer Hari Ini 11 Juni 2026: Dinamika Karier dan Keuangan
Kamis / 11-06-2026, 07:08 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat
Kamis / 11-06-2026, 07:08 WIB
Penjualan Mobil Listrik Mei 2026 Melambat, Jaecoo J5 BEV Pimpin Pasar
Kamis / 11-06-2026, 07:08 WIB
5 Kopi Khas Indonesia Unik yang Wajib Dicoba Saat Berwisata
Kamis / 11-06-2026, 07:08 WIB
Nasib 21.801 Motor Listrik BGN Usai Dadan Hindayana Dipecat
Kamis / 11-06-2026, 07:06 WIB






