Harga emas dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 3% pada perdagangan Rabu (10/6/2026).

Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi serta potensi kenaikan suku bunga menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

>>> Kurs Rupiah 11 Juni 2026 Diprediksi Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS

Harga emas spot tercatat turun 3,5% menjadi US$ 4.111,95 per ons troi pada pukul 14.26 EDT (18.26 GMT).

Level tersebut merupakan yang terendah sejak 23 Maret 2026.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup melemah 3,6% ke posisi US$ 4.133,30 per ons troi.

Pedagang logam independen Tai Wong mengatakan bahwa pasar saat ini menghadapi tekanan dari kombinasi data ekonomi AS yang kuat dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

"Pasar sangat membutuhkan kabar positif setelah data ketenagakerjaan AS yang kuat pada Jumat lalu dan ancaman Presiden Donald Trump yang menyatakan Iran akan membayar harga karena tidak mau menyepakati kesepakatan damai," ujar Tai Wong.

Sebelumnya pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah terlalu lama menunda negosiasi dan kini harus menanggung konsekuensi tersebut, termasuk ancaman serangan yang sangat keras.

Eskalasi konflik semakin memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Serangan itu merupakan respons atas serangan militer AS di sekitar Selat Hormuz.

>>> Nova Arianto Buka Peluang Mainkan Mathew Baker Lawan Australia

Konflik yang pecah sejak akhir Februari 2026 ini memicu kenaikan harga minyak yang berujung pada kekhawatiran inflasi tinggi.

Hal ini memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.