Ia juga menegaskan komitmen angkatan bersenjata Teheran dalam menghadapi segala bentuk intervensi militer asing.

"Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan," kata Araghchi.

Korps Garda Revolusi Islam Iran melaporkan serangan drone penyerang ke markas Armada Kelima AS di Bahrain pada pukul 02.30 waktu setempat.

>>> Wasit Somalia Omar Artan Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

Mereka juga mengklaim berhasil menembak jatuh drone pengintai MQ-9 Reaper di Bushehr.

Sistem pertahanan udara Bahrain, Kuwait, dan Yordania langsung aktif menghalau proyektil. Militer Yordania mengonfirmasi pencegatan lima rudal Iran yang mengarah ke wilayah Azraq.

"Kami mencegat dan menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Azraq.

Pencegatan mengakibatkan puing-puing jatuh, tetapi tidak ada korban jiwa atau kerusakan material," kata Angkatan Bersenjata Yordania dalam sebuah pernyataan.

Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain mengimbau warga sipil untuk waspada terhadap sisa-sisa proyektil. Mereka menuduh Iran sengaja menargetkan area pemukiman dalam serangan lintas batas tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran mengingatkan negara-negara Arab di sepanjang pantai selatan Teluk Persia untuk tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh militer AS maupun Israel.

Mereka menegaskan tanggung jawab hukum dan moral semua negara di kawasan untuk mencegah tindakan permusuhan terhadap Iran.

Reaksi Global

Eskalasi militer ini memicu kekhawatiran global. Pemerintah China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian mendesak seluruh pihak untuk menahan diri.

"Berbagai pihak terkait harus tetap tenang dan menahan diri, berhenti mengintensifkan konflik dan meningkatkan situasi, mengambil langkah-langkah konkret untuk meredakan dan mendinginkan ketegangan," kata Lin Jian dalam konferensi pers.

Kecaman terhadap tindakan Washington juga datang dari Rusia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova menilai serangan AS sebagai agresi tidak beralasan.

"Kami sangat prihatin tentang babak baru konfrontasi bersenjata AS-Iran, yang dimulai dengan agresi AS-Israel yang tidak beralasan terhadap Republik Islam Iran," kata Zakharova kepada wartawan.

Pemerintah Rusia meminta resolusi damai segera diambil demi mencegah konflik bersenjata ini meluas lebih jauh di kawasan Timur Tengah.

>>> Timnas Portugal Matangkan Strategi Kontra Nigeria Jelang Piala Dunia 2026

"Kami menyerukan kepada kedua belah pihak untuk menahan diri dan segera menghentikan serangan militer," ujarnya.