Otoritas imigrasi Amerika Serikat menolak kedatangan wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang dijadwalkan memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 pada Kamis, 11 Juni 2026.

Pemerintah AS mengklaim wasit tersebut memiliki hubungan dengan anggota jaringan terorisme.

>>> Timnas Portugal Matangkan Strategi Kontra Nigeria Jelang Piala Dunia 2026

Omar Artan ditangkap dan diinterogasi selama lebih dari 11 jam oleh pihak berwenang setibanya di Miami.

Wasit terbaik Afrika tahun 2025 itu kemudian dipulangkan ke Istanbul, Turki, meskipun ia meyakini seluruh dokumen perjalanannya lengkap.

Alasan Penolakan

Laporan dari The Athletic mengungkapkan adanya informasi dari pejabat senior di Gedung Putih era Donald Trump mengenai alasan penolakan tersebut.

Customs and Border Protection (CBP) mendeteksi rekam jejak yang dinilai membahayakan keamanan negara.

>>> ANTM Bagikan Dividen Rp 5,05 Triliun dari Laba Bersih 2025

"Setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh CBP, ditemukan informasi yang merugikan, termasuk keterkaitan dengan tersangka anggota organisasi teror, sehingga pelancong tidak memenuhi syarat masuk ke AS berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan (INA)," demikian pernyataan pejabat tersebut.

Keputusan deportasi cepat diambil sebagai langkah tegas menjaga keamanan perbatasan AS.

Petugas imigrasi langsung memberikan formulir hukum pemulangan kepada Artan di bandara.

"Pelancong tersebut ditolak masuk dan diberi formulir imigrasi berisi bagian hukum untuk deportasi cepat berdasarkan pasal 8235 INA.

>>> Roberto Martinez Lakukan Tujuh Perubahan di Laga Uji Coba Portugal vs Nigeria

Pemerintahan Presiden Trump tidak akan membiarkan ancaman keamanan apa pun memasuki negara kami," tegas pernyataan itu.