Uji coba kamera lalu lintas berbasis kecerdasan buatan (AI) di Athena, Yunani, menuai hasil mengecewakan.

Dari 13.000 tilang yang dihasilkan pada April-Mei, hanya 400 yang dinyatakan valid setelah ditinjau petugas.

>>> Bentley Tarik Delapan Continental GT 2026 karena Driveshaft Salah

Petugas hanya mampu meninjau 5.500 dari total 13.000 pelanggaran yang terdeteksi.

Dari jumlah itu, 5.100 tilang dibatalkan, terdiri dari 3.800 pelanggaran kecepatan dan 1.300 pelanggaran penggunaan ponsel serta sabuk pengaman.

Kesalahan Deteksi yang Konyol

Sebanyak 3.800 tilang kecepatan dibatalkan karena sistem menggunakan perhitungan kecepatan rata-rata yang belum memiliki dasar hukum di Yunani.

Sementara itu, 1.300 tilang lainnya murni kesalahan perangkat lunak.

Kamera AI kerap salah mengartikan benda gelap sebagai ponsel, termasuk gerakan pengemudi seperti mengisap rokok elektrik atau mengganti gigi.

>>> Pemilik Properti di Portland Temukan Ribuan Ban Ilegal di Lahan Baru

Masalah pencahayaan juga membuat kamera keliru membedakan bayangan dan pakaian gelap.

Dalam beberapa kasus, kamera bahkan mendenda kursi penumpang kosong karena dianggap tidak mengenakan sabuk pengaman. Pengemudi dengan kemeja gelap juga terkena tilang karena warnanya menyatu dengan sabuk.

Klaim Pemerintah vs Realitas

Kementerian Infrastruktur dan Transportasi Yunani mengklaim program ini sukses.

Mereka menyebut 2.453 tilang digital telah difinalisasi antara Maret-Mei, dengan hanya 52 dari 420 keberatan yang diterima.

Namun, data yang bocor menunjukkan tingkat validasi hanya 3%. Pemerintah mengabaikan fakta bahwa petugas masih harus menyaring ribuan tilang palsu sebelum tilang resmi dikirim.

>>> Akio Toyoda Akui Ketakutannya pada Masa Depan Mobil Listrik

Saat ini hanya delapan kamera AI yang beroperasi di Athena. Rencana pengadaan 1.000 kamera AI untuk Attica gagal karena gugatan hukum dari peserta tender.