YLKI Desak Transparansi Formula Perhitungan Harga Pertamax
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta transparansi formula perhitungan di balik kenaikan harga Pertamax. Langkah ini dinilai penting agar kebijakan tersebut tidak merugikan masyarakat luas.
Ketua Pengurus Harian YLKI, Niti Emiliana, menyatakan kenaikan harga yang dilakukan secara mendadak sangat mengejutkan konsumen.
>>> Restoran di India Wajib Ganti Rugi dan Beri 10 Porsi Biryani Gratis Akibat Lalat dalam Makanan
Meskipun harga BBM nonsubsidi dipengaruhi pergerakan minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah, aspek keterbukaan informasi tetap menjadi poin utama.
"Pertamax bukan BBM subsidi, selama ini Pertamina yang menanggung selisih harga. Namun, penyesuaian harga harus memperhatikan perlindungan konsumen, transparansi, dan dampaknya terhadap masyarakat," ujar Niti kepada Kontan.
co. id, Rabu (10/6/2026).
Pertamina menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000 per liter mulai Rabu (10/6/2026).
Desakan Transparansi dan Antisipasi Migrasi
Niti menegaskan, kebijakan tanpa sosialisasi yang matang dapat mencederai hak konsumen dalam mengambil keputusan ekonomi. YLKI mendesak Pertamina dan pemerintah membuka secara rinci formula dan komponen pembentuk harga.
>>> Kenaikan BI Rate ke 5,50% Berpotensi Jadi Sentimen Baru Pasar Saham
Kenaikan harga Pertamax dikhawatirkan memicu pergeseran konsumsi ke bensin yang lebih murah. Pemerintah diminta waspada terhadap potensi migrasi massal pengguna BBM nonsubsidi ke Pertalite yang bisa menyebabkan kelangkaan.
"Kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong perpindahan konsumen ke Pertalite.
Kondisi ini harus diantisipasi agar tidak menimbulkan lonjakan permintaan, antrean panjang, atau kelangkaan BBM di sejumlah wilayah," jelas Niti.
Selain itu, kenaikan biaya energi akan menekan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, serta memicu inflasi. Sebagai timbal balik, Pertamina wajib meningkatkan pelayanan di seluruh SPBU.
"Masyarakat berhak memperoleh jaminan kualitas BBM, kemudahan akses, keandalan distribusi, akurasi takaran, serta pelayanan yang lebih baik.
>>> Bank Indonesia Luncurkan Kebijakan Baru Stabilkan Nilai Tukar Rupiah
Konsumen tidak boleh hanya diminta menerima kenaikan harga tanpa peningkatan manfaat dan kualitas layanan," pungkas Niti.
Update Terbaru
Timnas U19 Indonesia Tantang Australia di Semifinal Piala AFF 2026
Rabu / 10-06-2026, 17:13 WIB
Dua Wakil Indonesia Melaju ke Babak Kedua Australian Open 2026
Rabu / 10-06-2026, 17:13 WIB
Mantan Eksekutif Honda Minta CEO Mundur, Mibe Bertahan
Rabu / 10-06-2026, 17:13 WIB
Jayamas Medica Industri Bagikan Dividen Tunai Rp110,4 Miliar
Rabu / 10-06-2026, 17:13 WIB
Jose Mourinho Segera Kembali ke Real Madrid, Benfica Resmi Lepas
Rabu / 10-06-2026, 17:12 WIB
Kenaikan BI Rate Berpotensi Dongkrak Klaim Perusahaan Penjaminan
Rabu / 10-06-2026, 17:12 WIB
Atletico Madrid Tolak Tawaran Real Madrid untuk Julian Alvarez
Rabu / 10-06-2026, 17:11 WIB
XLSmart Targetkan Sektor Enterprise Sumbang 20 Persen Pendapatan
Rabu / 10-06-2026, 17:10 WIB
Krisis Ekonomi Paksa Restoran Rekomendasi Michelin Climat Tutup Permanen
Rabu / 10-06-2026, 17:10 WIB
Kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara: Keuntungan Strategis bagi Beijing dan Pyongyang
Rabu / 10-06-2026, 17:09 WIB
Prabowo Ingatkan Pengusaha HIPMI Patuhi Hukum, Manfaatkan AI untuk Transparansi
Rabu / 10-06-2026, 17:09 WIB
Krisna Mukti Ungkap Isi Unggahan Eks Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya
Rabu / 10-06-2026, 17:09 WIB
Telkom University Buka Pendaftaran Proyek Akademik IMPACT&EDU 2026
Rabu / 10-06-2026, 17:08 WIB
Kemenhaj Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,84 Triliun untuk RAPBN 2027
Rabu / 10-06-2026, 17:08 WIB






