Bank Indonesia Luncurkan Kebijakan Baru Stabilkan Nilai Tukar Rupiah
Bank Indonesia (BI) meluncurkan kebijakan moneter terbaru untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dampak konflik di Timur Tengah.
Kebijakan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu, 10 Juni 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi fluktuasi global.
>>> Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Pada perdagangan Rabu pagi, rupiah menguat 0,79 persen ke posisi Rp17.918 per dolar AS.
Penguatan ini dipicu oleh pengetatan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.
BI menerapkan tujuh kebijakan penataan untuk memitigasi fluktuasi di pasar spot tunai, Domestic Non-deliverable Forward (DNDF), dan offshore Non-deliverable Forward (NDF).
Perry Warjiyo menegaskan bahwa cadangan devisa Indonesia lebih dari cukup, setara dengan enam bulan impor.
"Kami yakinkan bahwa cadangan devisa kita lebih dari cukup, 6 bulan impor, termasuk juga pakai ukuran-ukuran standar internasional," ujarnya.
Kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin pada bulan lalu dan 25 basis poin saat ini disesuaikan dengan tren kenaikan suku bunga global.
"Untuk inflow dan sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi," jelas Perry.
Untuk menarik investasi portofolio asing, BI menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan memberikan insentif penurunan tingkat swap lindung nilai.
>>> Bartomeu Buka Suara soal Alokasi Dana Penjualan Neymar
Likuiditas perbankan dijamin melalui pengaktifan kembali window lelang Repo dengan tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan.
Pertumbuhan uang primer (M0) diproyeksikan tetap double digit di atas 10 persen, setelah mencatat 11,8 persen pada Maret 2026 dan naik menjadi 14,8 persen pada Mei 2026.
Update Terbaru
Christian Gonzalez Ikut Latihan Penuh Patriots di Tengah Negosiasi Kontrak
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Resident Evil 4 Remake Raup 560 Juta Dolar AS, Jadi Remake Terlaris Generasi Ini
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Lucasfilm Siapkan Film Star Wars: Starfighter untuk Rilis 2027
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Padres Hadapi Marlins, Miami Berusaha Akhiri 10 Kekalahan Beruntun
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Imigrasi AS Deportasi Mantan Pemain NFL Kenya Daniel Adongo
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Viruzz Hadapi Gero Arias di Laga Kelima La Velada del Ano 6
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
PlayStation Store dan Jaringan Down, Tanda Masa Depan All-Digital Sony?
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Yen Press Lisensi Tiga Judul Baru: Light Novel dan Manga
Minggu / 26-07-2026, 02:41 WIB
Kodansha USA Umumkan Lisensi Manga Baru di San Diego Comic-Con
Minggu / 26-07-2026, 02:41 WIB
5 dari 100 Angkatan Kerja Indonesia Masih Menganggur di 2026, Jakarta Masuk Daftar
Minggu / 26-07-2026, 02:41 WIB
Indonesia Tegaskan Komitmen Kemitraan Jangka Panjang dengan China
Minggu / 26-07-2026, 02:35 WIB
Debat Hunter Biden dan Nick Fuentes Panas, Bahas Ras hingga Pembunuhan MLK
Minggu / 26-07-2026, 02:35 WIB
Cabut dari Persib, Federico Barba Langsung Diminati Klub Serie A Italia
Minggu / 26-07-2026, 02:34 WIB
Baru Gabung Setengah Musim, Persija Justru Lepas Cyrus Margono
Minggu / 26-07-2026, 02:33 WIB







