China Siapkan Rp5.293 Triliun Bangun Pusat Data AI Global
Pemerintah China berencana menginvestasikan dana sebesar 2 triliun yuan atau setara Rp5.293,77 triliun untuk membangun pusat data di seluruh negeri.
Proyek raksasa ini direncanakan berjalan selama lima tahun ke depan. Tujuannya adalah memperkuat sektor kecerdasan buatan (AI) domestik dan menyaingi Amerika Serikat dalam penguasaan teknologi.
>>> KABAR DUKA! Kim Yoon Seol Kontestan Sing Again 4 pada 7 Juni 2026
Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) bersama lembaga pemerintah lainnya tengah menyusun cetak biru proyek.
Dokumen ini akan menjadi acuan pendirian jaringan pusat komputasi yang saling terhubung di seluruh China.
Perusahaan milik negara seperti China Mobile Ltd. dan China Telecom Corp. akan mengoperasikan sebagian besar pusat data.
Mereka juga akan memastikan konektivitas antar fasilitas.
Proyek ini mengandalkan pemasok lokal, termasuk Huawei Technologies Co., untuk memenuhi minimal 80% kebutuhan teknologi seperti chip AI.
Langkah ini secara efektif menggeser posisi perusahaan global seperti Nvidia Corp. dan Advanced Micro Devices Inc.
>>> Persib Bandung Terancam Kehilangan Banyak Pemain Usai Juara
Kebijakan ini mirip dengan strategi masa lalu Beijing saat mendukung perusahaan nasional seperti Huawei untuk menggantikan teknologi asal AS.
Infrastruktur komputasi juga menjadi bagian dari program "Six Networks" yang mencakup fasilitas vital dari air hingga listrik.
Kabar proyek ini memicu reaksi positif di pasar saham global. Saham GDS Holdings Ltd. naik hingga 12% di premarket AS, sementara Vnet Group Inc. melonjak 17%.
Perencanaan megaproyek masih dalam tahap awal dan rincian teknis dapat berubah.
Namun, komitmen ini menegaskan fokus Beijing pada sektor teknologi meskipun anggaran di sektor lain diperketat akibat lonjakan utang pemerintah.
Pendanaan proyek akan berasal dari utang negara, termasuk obligasi pemerintah khusus berjangka waktu di atas 10 tahun.
>>> Gunung Bromo Diselimuti 'Salju', Suhu Ekstrem Tembus 2 Derajat Celcius
Selain itu, investasi juga didukung dana khusus negara untuk industri strategis, pinjaman bank, dan modal swasta.
Update Terbaru
Citizen Luncurkan Dua Jam Tangan Otomatis Tsuyosa 60 dengan Lapisan Emas
Minggu / 26-07-2026, 07:49 WIB
Viral Gen Z Nikah di KUA, Budget untuk Hidup Setelah Menikah
Minggu / 26-07-2026, 07:49 WIB
Jadwal KRL Jogja Solo Minggu 26 Juli 2026 Lengkap, Cek Jam Keberangkatan dari Tugu hingga Palur
Minggu / 26-07-2026, 06:51 WIB
Amiibo Splatoon Raiders: Detail Luar Biasa pada Figur Shiver, Frye, dan Big Man
Minggu / 26-07-2026, 06:50 WIB
Casemiro Siap Debut untuk Inter Miami Lawan CF Montréal
Minggu / 26-07-2026, 06:50 WIB
Pentagon Dikecam karena Hapus Data Korban Perang Iran
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
FC Cincinnati Unggul Cepat atas Columbus Crew di Derby Hell is Real
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
Azzi Fudd Cetak Sejarah, Juara Kontes Tiga Angka WNBA All-Star 2026
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
Pura-pura Dibegal demi Klaim Asuransi, Pria di Jakbar Tusuk Tangannya Sendiri
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
Phoenix Catat Rekor 117 Derajat di Tengah Peringatan Cuaca Ekstrem
Minggu / 26-07-2026, 06:48 WIB
Diduga Aniaya Anak Buah, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Punya Harta Rp1,9 Miliar
Minggu / 26-07-2026, 06:47 WIB
Dedi Mulyadi Balas Kritik Yusril: Sayembara Tangkap Begal Cegah Main Hakim Sendiri
Minggu / 26-07-2026, 06:47 WIB
5 Fitur Rahasia Free Fire yang Masih Efektif di 2026
Minggu / 26-07-2026, 06:45 WIB
Build Loadout Terbaru Free Fire Juli 2026: Kombinasi Senjata dan Karakter Terbaik
Minggu / 26-07-2026, 06:45 WIB







