Pemandangan tak biasa terlihat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, pada Senin (8/6/2026) pagi.

Lapisan tipis mirip salju menyelimuti lautan pasir dan tanaman di sekitar kaldera Gunung Bromo.

>>> Matheo In Rio Rilis Lagu 'Karena Kau Wanita' untuk Perempuan

Fenomena yang dikenal sebagai embun upas atau frost ini muncul lebih awal seiring masuknya musim kemarau.

Suhu udara di kawasan tersebut anjlok drastis hingga 2–5 derajat Celsius pada dini hari.

Hamparan pasir yang biasanya abu-abu gelap berubah menjadi putih berkilau saat terkena sinar matahari pagi. Danau-danau kecil di sekitar padang savana juga tampak membeku di permukaannya.

Penyebab Embun Upas

Embun upas terjadi ketika embun yang terbentuk pada malam hari membeku karena suhu udara sangat dingin.

>>> Karel Mainaky Proyeksikan Tiga Ganda Putri ke Olimpiade 2028

Menurut pemandu wisata Bromo, Bambang, banyak wisatawan sengaja datang sebelum matahari terbit karena lapisan es cepat mencair saat cuaca mulai hangat.

BMKG menyebut fenomena ini dipicu aliran angin monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering ke Indonesia.

Di dataran tinggi seperti Bromo, hilangnya awan di malam hari menyebabkan panas bumi terlepas ke atmosfer secara maksimal, sehingga suhu permukaan tanah turun drastis hingga melewati titik beku.

Fenomena tahunan ini selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat Bromo dengan suasana berbeda.

>>> Sony Sanjaya Kantongi 20 Nama Diduga Terlibat Korupsi Makan Bergizi Gratis

Bagi yang berencana berburu momen 'salju' Bromo, disarankan menggunakan pakaian berlapis, sepatu tertutup, dan membawa baterai cadangan karena suhu dingin dapat membuat baterai cepat habis.