Petugas imigrasi Amerika Serikat memulangkan wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang seharusnya memimpin pertandingan Piala Dunia 2026.

Ia menjalani pemeriksaan intensif selama 11 jam di Miami sebelum akhirnya dideportasi.

>>> Ducati Luncurkan Desmo450 EDS, Motor Enduro Modern Pertama

Keputusan ini memicu kritik tajam dari Direktur Eksekutif Fare, Piara Powar. Ia menilai penolakan terhadap wasit resmi FIFA oleh tuan rumah sebagai sebuah lelucon.

"Cukup jelas bahwa kekhawatiran akan kebijakan visa ideologis dan diskriminatif dari pemerintah AS sedang terwujud," kata Piara Powar.

Artan merupakan salah satu wasit terbaik di Afrika dengan rekam jejak memimpin final Liga Champions Afrika 2025 dan tiga pertandingan Piala Dunia U20.

Ia bergabung bersama 51 wasit lain di Miami untuk persiapan akhir.

"Belum pernah kita menyaksikan lelucon seperti ini: seorang wasit resmi FIFA ditolak masuk saat tiba untuk persiapan akhir," tambah Piara Powar.

Artan mengaku semua persyaratan administrasinya sudah lengkap dan sesuai hukum. "Saya punya dokumen yang lengkap dan semuanya benar.

>>> Kapal Penjaga Pantai China Patroli di Taiwan Timur, Taipei Mengecam

Saya punya visa yang sah," ujarnya.

Insiden ini terjadi di tengah sentimen negatif Presiden AS Donald Trump terhadap Somalia.

Pada 5 Juni 2026, Somalia masuk dalam daftar larangan masuk penuh ke AS bersama RD Kongo, Iran, dan Haiti.

Trump secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap imigran Somalia. "Somali, yang hampir bukan negara, Anda tahu, they don't have anything.

Mereka hanya berkeliaran saling membunuh. Tidak ada struktur," kata Trump.

>>> Agoda Rilis Rute Penerbangan Termurah di Asia, Jakarta-Bandar Lampung Rp558 Ribu

Hingga kini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi mengenai keputusan imigrasi AS yang menimpa Artan. Federasi tidak memiliki wewenang dalam pengurusan visa.