Nyeri hebat di punggung yang menjalar hingga ke kaki, disertai kesemutan atau mati rasa, sering kali menjadi tanda saraf terjepit.

Kondisi ini tidak hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu produktivitas sehari-hari.

>>> Rupiah Spot Menguat ke Rp 17.962 per Dolar AS pada 10 Juni 2026

Menurut tim medis University of Utah Health, saraf terjepit terjadi ketika akar saraf yang keluar dari ruas tulang belakang tertekan atau terjepit.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, Dr. Zachary McCormick, menjelaskan bahwa setiap bagian tulang belakang memiliki jalur khusus tempat saraf keluar.

"Kalau jalur itu menyempit atau terhalang, saraf akan tertekan dan timbullah rasa sakit," ujarnya.

Penyebab Saraf Terjepit

Sebagian besar kasus saraf terjepit di punggung dipicu oleh dua kondisi utama.

Pertama, pergeseran atau penonjolan bantalan tulang belakang. Bagian lunak yang berfungsi sebagai peredam guncangan bisa menonjol keluar dan menekan saraf.

Hal ini sering terjadi akibat kebiasaan buruk saat mengangkat beban, misalnya memungut barang berat dengan posisi punggung membungkuk.

Kedua, penyempitan ruang di dalam saluran tulang belakang. Biasanya terjadi seiring bertambahnya usia akibat peradangan sendi atau pertumbuhan tulang berlebih.

Adanya kista atau pergeseran posisi antarruas tulang belakang juga bisa memicu masalah yang sama.

Banyak orang menyebut nyeri yang menjalar ke kaki sebagai linu panggul, padahal rasa sakit itu bukan berasal dari saraf panggul.

Melainkan akibat tekanan pada saraf di bagian bawah tulang belakang yang menyebarkan rasa sakit ke sepanjang jalur saraf panggul.

Cara Mengobati di Rumah

Penanganan saraf terjepit disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.

Pada tahap awal, perubahan posisi dan kebiasaan bergerak sering kali cukup membantu meredakan keluhan.