Mengenal Gejala Tech Neck dan Bahayanya bagi Kesehatan Tulang Belakang
Kebiasaan berbaring sambil bermain ponsel hingga larut malam kini menjadi rutinitas banyak orang. Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat ancaman kesehatan yang dikenal sebagai tech neck.
Tech neck, atau yang juga disebut text neck, cell phone neck, gamer neck, hingga turtle neck syndrome, adalah kondisi nyeri akibat stres berulang pada postur tubuh.
>>> Heboh! J-Hope BTS Tampil Pakai Rompi Pertamina Enduro di Busan
Sindrom ini muncul ketika leher dan tulang belakang bagian atas menanggung beban berlebih karena posisi kepala menunduk atau miring terlalu lama saat menatap layar gawai.
Dr. Sangjin Lim, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Crystal Run Healthcare, menjelaskan bahwa saat kepala dalam posisi tegak dan netral, otot leher hanya menanggung beban sekitar empat hingga lima kilogram.
Namun, ketika kepala menunduk untuk menatap layar, beban yang harus ditanggung leher bisa melonjak hingga sekitar 27 kilogram.
Tekanan yang meningkat hampir enam kali lipat ini memaksa otot, tendon, dan ligamen bekerja melampaui kapasitas wajar.
Risiko kerusakan semakin besar seiring tingginya frekuensi dan durasi seseorang berada dalam posisi menunduk.
Fenomena ini kini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak usia sekolah akibat peningkatan waktu di depan layar.
Gejala dan Komplikasi Tech Neck
Dampak tech neck tidak terbatas pada area leher saja. Gejala yang paling umum meliputi sakit kepala akibat kombinasi kejang otot leher dan kelelahan mata.
>>> Pendaki Yaman Tewas Jatuh ke Kawah Gunung Berapi Setinggi 120 Meter
Nyeri punggung bagian atas juga sering dikeluhkan karena otot trapezius ikut menanggung beban berlebih hingga mengalami kejang.
Postur bahu yang terus membulat ke depan lama-kelamaan memicu kelemahan otot di area tersebut.
Jika kebiasaan buruk ini tidak segera diperbaiki, tech neck bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Tekanan terus-menerus pada leher tanpa penanganan tepat dapat memicu nyeri sendi kronis, saraf terjepit, hingga arthritis dini pada tulang belakang bagian leher.
Saraf yang terjepit bahkan dapat menjalar hingga menyebabkan mati rasa, kesemutan, serta kelemahan pada lengan dan tangan.
Komplikasi lain yang perlu diwaspadai adalah upper crossed syndrome, yaitu ketidakseimbangan otot akibat otot punggung atas dan dada terlalu tegang, sementara otot leher bagian depan dan punggung tengah melemah.
>>> Kode Redeem Anime Apocalypse Mei 2026: Klaim Hadiah Koin, Spin, dan Reroll
Ketidakseimbangan ini secara perlahan dapat berdampak buruk pada postur tubuh secara keseluruhan.
Update Terbaru
PSYREN Anime Rilis Trailer Baru Jelang Tayang Oktober 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:10 WIB
EJAE Pakai Sneakers di Pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 Demi Jaga Rumput Stadion
Rabu / 17-06-2026, 16:09 WIB
Aksi Vozinha Tahan Imbang Spanyol, Restoran Argentina Bikin Menu Bife a Milanesa Wajah Kiper
Rabu / 17-06-2026, 16:09 WIB
Attack on Titan Final Season Dapat Visual Kunci Baru Bergambar Mikasa untuk HUT ke-15 MAPPA
Rabu / 17-06-2026, 16:09 WIB
USPEER Kembali dengan Formasi Baru Lewat Mini Album Pertama 'BITE DISTRICT'
Rabu / 17-06-2026, 16:08 WIB
Verizon Luncurkan Paket Simplicity Mulai Rp30 per Bulan untuk Pengguna Galaxy
Rabu / 17-06-2026, 16:08 WIB
KPop Demon Hunters Resmi Kuasai Top 10 Netflix 52 Pekan Beruntun
Rabu / 17-06-2026, 16:08 WIB
Suzuki Satria Standar Masih Mendominasi Penjualan Dibanding Tipe Pro
Rabu / 17-06-2026, 16:08 WIB
Portugal Diunggulkan Kalahkan RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:04 WIB
Cara Legal Nonton Piala Dunia 2026 di HP dan TV
Rabu / 17-06-2026, 16:04 WIB
Jadwal Piala Dunia 2026 17 Juni: Prancis vs Senegal, Argentina vs Aljazair
Rabu / 17-06-2026, 16:04 WIB
Ford Pamerkan Pickup Listrik Mungil Sebelum Peluncuran 2027
Rabu / 17-06-2026, 16:00 WIB
Harga Mobil Bekas Masih Tinggi Akibat Dampak Pandemi Covid-19
Rabu / 17-06-2026, 15:59 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia April 2026 Tembus 439,8 Miliar Dollar AS
Rabu / 17-06-2026, 15:59 WIB






