Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Serangan Militer AS ke Iran
Harga minyak mentah dunia menguat hampir 1 persen pada perdagangan Rabu (10/6/2026) setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap sejumlah target di Iran.
Kenaikan ini menjauhkan harga dari posisi terendah dalam tujuh pekan terakhir, didorong juga oleh data penurunan persediaan minyak mentah domestik AS yang melebihi perkiraan pasar.
>>> Scaloni Tunda Pengumuman Pengganti Balerdi hingga Laga Uji Coba
Kontrak minyak mentah Brent melonjak 83 sen atau 0,9 persen ke level US$ 92,29 per barel.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 68 sen atau 0,8 persen menjadi US$ 88,97 per barel.
Aksi militer tersebut diperintahkan Presiden AS Donald Trump sebagai respons atas jatuhnya helikopter serang Apache milik AS yang ditembak jatuh di kawasan Selat Hormuz.
Eskalasi bersenjata ini kembali memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas pasokan energi global dan mengancam gencatan senjata yang rapuh antara Washington dan Teheran.
Sebelum insiden, harga minyak sempat merosot ke titik terendah dalam tujuh pekan pada Selasa (9/6/2026) setelah Iran dan Israel menghentikan serangan langsung demi memenuhi seruan Trump.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih membayangi karena Iran mengancam akan menyerang balik jika Israel terus menggempur Hizbullah di Lebanon.
>>> 10 Kalimat Penutup Paling Ikonik dalam Sejarah Film Sci-Fi
Iran juga masih membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur bagi seperlima perdagangan minyak dan LNG dunia.
Amerika Serikat masih mempertahankan blokade terhadap beberapa pelabuhan utama Iran untuk membatasi ekspor negara tersebut.
Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan lalu lintas kapal dan ekspor minyak melalui Selat Hormuz mulai meningkat.
Namun, upaya mencapai kesepakatan damai jangka panjang antara AS dan Iran masih menghadapi hambatan besar.
Selain faktor konflik, sentimen positif pasar didukung data American Petroleum Institute (API) yang mencatat penurunan stok minyak mentah AS selama delapan pekan berturut-turut hingga pekan yang berakhir 5 Juni 2026.
Persediaan minyak mentah AS menyusut signifikan sebesar 9,12 juta barel, sementara stok bensin komersial berkurang sekitar 1,19 juta barel.
>>> Harga Grosir Jepang Melonjak 6,3 Persen pada Mei 2026
Penyusutan ini berpotensi membatasi kapasitas ekspor energi AS yang menjadi pemasok substitusi bagi pasar Asia dan Eropa selama konflik Timur Tengah.
Update Terbaru
Ai Ogura Cetak Sejarah MotoGP Usai Raih Podium di Le Mans
Rabu / 10-06-2026, 09:52 WIB
Harga Pertamax Naik, Rupiah Menguat dan IHSG Melonjak
Rabu / 10-06-2026, 09:52 WIB
Waktu Terbaik Sholat Dhuha: Saat Matahari Mulai Panas, Sekitar Pukul 08.30-10.00 WIB
Rabu / 10-06-2026, 09:50 WIB
Argentina Terancam Denda Rp4 Miliar Jika Messi Absen di Alabama
Rabu / 10-06-2026, 09:48 WIB
Cedera Leher C7 Hambat Momentum Mario Aji di Moto2 2026
Rabu / 10-06-2026, 09:48 WIB
Saham BCA Melonjak 4,37 Persen Didorong Aksi Beli Bersih Investor Rp 245 Miliar
Rabu / 10-06-2026, 09:48 WIB
Indeks Topix Jepang Terkoreksi Akibat Serangan AS ke Iran
Rabu / 10-06-2026, 09:48 WIB
Chatib Basri dan Budi Sadikin Bantah Isu Tawaran Jabatan Menteri Keuangan
Rabu / 10-06-2026, 09:48 WIB
IHSG 10 Juni 2026 Sempat Melemah Sebelum Bangkit ke Level 5.800
Rabu / 10-06-2026, 09:45 WIB
Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Berisiko Geser Konsumsi ke BBM Subsidi
Rabu / 10-06-2026, 09:45 WIB
IHSG Menguat 1,45 Persen di Awal Perdagangan 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 09:45 WIB
Dewi Shri Farmindo Akuisisi Aset 1,5 Hektare di Cikarang untuk Ekspansi Frozen Food
Rabu / 10-06-2026, 09:44 WIB
Timnas Portugal Target Juara Piala Dunia 2026 Bersama Ronaldo
Rabu / 10-06-2026, 09:44 WIB
Real Madrid Rekrut Jose Mourinho dari Benfica dengan Biaya 15 Juta Euro
Rabu / 10-06-2026, 09:44 WIB






