Bank of Japan melaporkan Indeks Harga Barang Perusahaan naik 6,3 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Angka ini melampaui proyeksi pasar sebesar 5,5 persen dan lebih tinggi dari revisi April yang sebesar 5,3 persen.

>>> Jaringan Diler Asco Automotive Tutup Seluruh Outlet Daihatsu per 1 Juni 2026

Kenaikan harga di tingkat grosir ini dipicu oleh melonjaknya biaya logistik dan energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pelemahan nilai tukar yen terhadap mata uang global juga memperparah biaya impor bahan baku.

Indikator biaya impor berbasis yen pada Mei tercatat naik 25,5 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan April yang sebesar 21,0 persen.

>>> Mengenal Kakeibo, Metode Mengatur Keuangan Rumah Tangga ala Jepang

Sementara itu, pertumbuhan harga grosir bulanan melandai menjadi 0,9 persen pada Mei, turun dari lonjakan 2,8 persen pada April.

Tekanan inflasi di tingkat produsen ini diperkirakan akan berdampak pada harga konsumen dalam beberapa bulan ke depan.

>>> Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen pada 2027

Pelaku usaha di Jepang kini menghadapi beban berat akibat kombinasi mahalnya komoditas energi dan melemahnya daya beli yen.