Rupiah Melemah, Harga Obat Penyakit Kronis Dikhawatirkan Naik
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menimbulkan kekhawatiran akan lonjakan harga obat-obatan di Indonesia. Sektor farmasi nasional masih sangat bergantung pada bahan baku impor.
Kementerian Kesehatan RI mencatat lebih dari 90 persen bahan baku obat didatangkan dari India dan Tiongkok. Situasi ini berpotensi mengganggu stabilitas harga, terutama bagi pasien penyakit kronis.
>>> Universitas Brawijaya Buka Seleksi Mandiri Vokasi dan PSDKU Tanpa Tes Tulis
Penyakit yang paling rentan terdampak antara lain gangguan jantung, diabetes, dan stroke. Namun, Kemenkes menegaskan bahwa pergerakan kurs bukan satu-satunya faktor penentu harga obat.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa harga obat terdiri dari berbagai komponen biaya.
Selain bahan baku, ada biaya produksi, kemasan, distribusi, dan margin usaha.
Menurut Aji, efek pelemahan rupiah tidak akan langsung membebani masyarakat dalam waktu dekat. Sebagian besar obat penyakit kronis adalah obat generik yang diproduksi di dalam negeri.
>>> Biaya Full Tank Yamaha NMax dan Honda PCX 160 per 10 Juni 2026
Industri farmasi umumnya memiliki stok bahan baku dan kontrak pengadaan yang dibeli sebelum pelemahan kurs terjadi. Dampak terhadap harga obat biasanya tidak bersifat langsung dan berbeda antar produk.
Pemerintah menyadari kombinasi inflasi dan pergerakan nilai tukar berpotensi memengaruhi keterjangkauan harga obat. Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes bersiap merevisi Keputusan Menteri Kesehatan terkait nilai klaim.
Revisi tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkala terhadap nilai klaim obat. Kemenkes mempertimbangkan perkembangan harga pasar, kondisi pengadaan, inflasi, dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Tujuannya agar nilai klaim tetap relevan dengan kondisi aktual di lapangan.
>>> OJK: Realisasi Buyback Saham Emiten Baru Capai 30,25 Persen
Hal ini untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan layanan kesehatan, kepastian pembiayaan JKN, dan keterjangkauan akses obat bagi masyarakat.
Update Terbaru
Harga BBM BP-AKR dan Pertamina Naik per 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 09:41 WIB
Netflix Siapkan Serial Live Action Scooby Doo Origins Tayang 2027
Rabu / 10-06-2026, 09:41 WIB
Kemendag Wajibkan BUMN Ekspor Miliki IUP Mulai Januari 2027
Rabu / 10-06-2026, 09:41 WIB
Bocoran MacBook Neo 2: RAM 12GB dan Chip A19 Pro untuk AI Lokal
Rabu / 10-06-2026, 09:40 WIB
Bupati Luwu Resmikan Akademi MATAPPA untuk Tingkatkan Kompetensi Kerja
Rabu / 10-06-2026, 09:40 WIB
Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat 0,57% pada 10 Juni 2026, AKRA dan BBNI Pimpin Kenaikan
Rabu / 10-06-2026, 09:40 WIB
Konflik Timur Tengah Picu Bursa Korea Selatan Anjlok Lebih dari 2 Persen
Rabu / 10-06-2026, 09:40 WIB
8 Pemain Manchester City Berpotensi Hengkang Musim Panas Ini
Rabu / 10-06-2026, 09:37 WIB
5 Tanda Anak Cerdas yang Sering Disalahartikan sebagai Kenakalan
Rabu / 10-06-2026, 09:37 WIB
Bocoran MacBook Neo 2: Laptop AI Murah Apple dengan RAM 12GB
Rabu / 10-06-2026, 09:37 WIB
Pemprov DKI Optimalkan 76.000 Kader Dasawisma untuk Edukasi Pola Asuh Digital
Rabu / 10-06-2026, 09:36 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.838,20, Didorong Saham Big Cap
Rabu / 10-06-2026, 09:36 WIB
Menjelang Piala Dunia 2026, Analisis Prediksi Tim Juara Mulai Mengemuka
Rabu / 10-06-2026, 09:36 WIB
Rupiah Menguat, Dolar AS Tertekan ke Rp17.926 pada 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 09:36 WIB






