Pemerintah Matangkan Reformasi Subsidi Listrik Berbasis AI
Pemerintah Indonesia tengah mematangkan reformasi subsidi listrik agar lebih tepat sasaran melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Langkah strategis ini disiapkan untuk menata ulang penyaluran bantuan energi nasional agar tidak lagi dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu.
>>> John Herdman Ubah Susunan Pemain Timnas Indonesia Kontra Mozambik
Kepastian mengenai efektivitas sistem baru tersebut disampaikan langsung setelah pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Pemerintah mengandalkan integrasi sistem digital yang menyeluruh untuk memastikan akurasi data penerima bantuan.
"Sudah.
Jadi nanti semua dengan digital berbasis AI itu, sudah kita teliti dan akan saya kira sangat targeted betul-betul," kata Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Evaluasi internal pemerintah menunjukkan ketidaktepatan sasaran yang masif.
Anggaran subsidi energi yang mencapai lebih dari Rp300 triliun per tahun justru mayoritas terserap oleh pihak yang tidak berhak.
Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, fokus pengelolaan anggaran kini digeser pada aspek efisiensi melalui pengubahan skema barang menjadi bantuan langsung tunai per individu.
"Ironisnya, sekitar 62,9% justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu. Jelas ini tidak adil dan perlu ada penataan ulang untuk sasaran subsidi," ujar Luhut.
Penerapan kebijakan ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama.
>>> BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Bunga Kredit Terancam Meningkat
Implementasinya diperkuat oleh kolaborasi infrastruktur digital dalam negeri termasuk Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan teknologi verifikasi biometrik.
"Seluruh sistem integration ini, mulai dari Portal Perlinsos hingga verifikasi biometrik, menggunakan GovTech yang dirancang sendiri oleh anak-anak muda Indonesia," ujarnya.
Update Terbaru
Eni dan Petronas Resmikan Perusahaan Patungan Searah, Kelola 19 Aset Gas
Selasa / 09-06-2026, 20:35 WIB
Sinetron Terikat Janji Episode 63: Konflik Identitas Sena Memuncak
Selasa / 09-06-2026, 20:35 WIB
Kemenag dan Musyrif Diny Susun Panduan Kemabruran Haji untuk Jamaah
Selasa / 09-06-2026, 20:35 WIB
OJK Proyeksikan Pembiayaan Dana Tunai Multifinance Tumbuh Positif hingga 2026
Selasa / 09-06-2026, 20:33 WIB
STAR Asset Management Luncurkan Reksa Dana Fixed Income Baru
Selasa / 09-06-2026, 20:33 WIB
Menkes Ungkap Hasil Audit Kematian Empat Dokter Internship
Selasa / 09-06-2026, 20:32 WIB
Komunitas Brosqi Kampanyekan Budaya Keselamatan Berkendara di BSD
Selasa / 09-06-2026, 20:32 WIB
Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Unggul Sementara Atas Mozambik
Selasa / 09-06-2026, 20:32 WIB
Luhut Ubah Skema Bansos Barang Jadi Tunai, Gunakan AI untuk Penyaluran
Selasa / 09-06-2026, 20:32 WIB
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Mulai Stabil
Selasa / 09-06-2026, 20:32 WIB
Komunitas Brosqi Kampanyekan Keselamatan Berkendara di Tangerang
Selasa / 09-06-2026, 20:29 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik di Garuda Championship 2026
Selasa / 09-06-2026, 20:29 WIB
Sena Kembalikan Fasilitas Davina Usai Identitasnya Terbongkar
Selasa / 09-06-2026, 20:28 WIB
DEN Soroti Efisiensi Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Pelemahan Rupiah
Selasa / 09-06-2026, 20:28 WIB






