BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Bunga Kredit Terancam Meningkat
Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Juni 2026.
Keputusan ini diikuti dengan kenaikan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.
>>> Veda Ega Pratama Bicara Persaingan dengan Hakim Danish di Moto3
Dampak kebijakan moneter ini diprediksi menjalar ke sektor perbankan melalui tiga jalur utama: biaya dana, permintaan kredit masyarakat, dan strategi pengelolaan likuiditas.
Dampak Jangka Pendek dan Tekanan Biaya Dana
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menilai dampak pengetatan belum terasa besar dalam jangka pendek karena likuiditas perbankan masih memadai.
Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di industri perbankan nasional juga terpantau masih solid.
Namun, tekanan diperkirakan bergeser jika era suku bunga tinggi bertahan lama. "Bank akan mulai menghadapi tekanan biaya dana, terutama dari deposito dan dana besar milik korporasi," ujar Josua.
Kondisi ini diproyeksikan membuat perbankan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan baru ke sektor riil untuk memitigasi risiko kegagalan bayar debitur.
Penyesuaian suku bunga internal perbankan tidak akan terjadi serentak di semua lini.
Sektor yang merespons paling cepat adalah bunga simpanan, khususnya deposito berjangka dan produk dana jumbo nasabah institusi.
Sementara itu, penyesuaian bunga pinjaman diprediksi lebih selektif, terutama pada pengajuan kredit baru, pinjaman dengan skema bunga mengambang, dan segmen usaha berisiko tinggi.
Transmisi Bunga Tidak Simetris
Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai kenaikan BI Rate justru bisa memicu perbankan mengerek suku bunga pinjaman lebih cepat.
Menurutnya, perbankan kemungkinan besar akan menahan kenaikan bunga deposito karena likuiditas masih tebal, tetapi bunga pinjaman seperti KPR floating, kredit kendaraan, kartu kredit, dan modal kerja akan naik lebih dulu.
Update Terbaru
Pangeran Harry Rencanakan Kunjungan Keluarga ke Inggris Juli Mendatang
Selasa / 09-06-2026, 20:36 WIB
Eropa Berpeluang Lanjutkan Dominasi pada Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 20:36 WIB
Eni dan Petronas Resmikan Perusahaan Patungan Searah, Kelola 19 Aset Gas
Selasa / 09-06-2026, 20:35 WIB
Sinetron Terikat Janji Episode 63: Konflik Identitas Sena Memuncak
Selasa / 09-06-2026, 20:35 WIB
Kemenag dan Musyrif Diny Susun Panduan Kemabruran Haji untuk Jamaah
Selasa / 09-06-2026, 20:35 WIB
OJK Proyeksikan Pembiayaan Dana Tunai Multifinance Tumbuh Positif hingga 2026
Selasa / 09-06-2026, 20:33 WIB
STAR Asset Management Luncurkan Reksa Dana Fixed Income Baru
Selasa / 09-06-2026, 20:33 WIB
Menkes Ungkap Hasil Audit Kematian Empat Dokter Internship
Selasa / 09-06-2026, 20:32 WIB
Komunitas Brosqi Kampanyekan Budaya Keselamatan Berkendara di BSD
Selasa / 09-06-2026, 20:32 WIB
Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Unggul Sementara Atas Mozambik
Selasa / 09-06-2026, 20:32 WIB
Luhut Ubah Skema Bansos Barang Jadi Tunai, Gunakan AI untuk Penyaluran
Selasa / 09-06-2026, 20:32 WIB
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Mulai Stabil
Selasa / 09-06-2026, 20:32 WIB
Komunitas Brosqi Kampanyekan Keselamatan Berkendara di Tangerang
Selasa / 09-06-2026, 20:29 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik di Garuda Championship 2026
Selasa / 09-06-2026, 20:29 WIB






