Pembangunan infrastruktur yang masif dalam satu dekade terakhir belum otomatis membuat sistem logistik Indonesia menjadi efisien.

Biaya logistik masih relatif tinggi, sementara integrasi antarmoda dan antarpelaku rantai pasok masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

>>> BPJS Kesehatan: Penyesuaian Iuran Perlu Dipertimbangkan dalam Rancangan Perpres

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ongkos logistik per September 2023 sebesar 14,29% dari PDB.

Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan, seperti Filipina sebesar 13%, Malaysia 13%, Singapura 8%, Thailand 15%, China 14%, India 13%, dan Jepang 8%.

Sejumlah kalangan menilai persoalan tersebut tidak lagi semata-mata berkaitan dengan ketersediaan jalan, pelabuhan, atau gudang.

Melainkan bagaimana seluruh komponen dalam ekosistem supply chain atau rantai pasok dapat terhubung dan bekerja secara terintegrasi.

Integrasi Infrastruktur Jadi Titik Awal

Guru Besar Logistik dan Supply Chain Universitas Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) Prof. Yudi Fernando menilai persoalan mendasar logistik Indonesia terletak pada belum terintegrasinya infrastruktur pendukung kegiatan distribusi.

Menurutnya, sistem logistik yang ideal menghubungkan kawasan produksi, fasilitas distribusi, pelabuhan, hingga konsumen dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Namun, kondisi tersebut masih sulit diwujudkan di Indonesia karena karakteristik wilayah yang luas dan beragam.

Salah satu pendekatan yang dinilai menjanjikan adalah pembangunan kawasan terintegrasi seperti halal park atau halal hub.

Konsep tersebut menggabungkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari manufaktur, proses transformasi produk, hingga layanan karantina dalam satu kawasan.

Yudi menilai model tersebut dapat dijadikan proyek percontohan untuk menguji integrasi supply chain sebelum diterapkan lebih luas di berbagai daerah.

Rencana pembangunan halal hub di Jawa Timur dan Serang, Banten, dinilai dapat menjadi momentum untuk melihat efektivitas konsep tersebut dalam meningkatkan efisiensi logistik.