>>> Raffi Ahmad Disebut dalam Sidang Kasus Bea Cukai, KPK Tegaskan Belum Ada Indikasi Penyelundupan

"Problem yang kita hadapi sekarang itu orang yang datang hanya sebagai personal dan itu sering bergantian seperti itu.

Enggak bisa kita kontrol, wong mereka datangnya aja perorangan," tutur Joko Nugroho.

Guna menjaga ketertiban, pelancong diminta tetap menjaga sopan santun.

Aturan yang diterapkan antara lain mengucapkan permisi atau kulo nuwun saat melintas, tidak memasuki area pendopo tanpa izin, menjaga ketenangan, serta tidak membuang sampah sembarangan.

"Mengucapkan permisi atau kulo nuwun saat melintas. Tidak masuk ke area rumah atau pendopo tanpa izin.

Tidak membuat keramaian yang mengganggu warga. Tidak membuang sampah sembarangan.

Menghormati aktivitas sehari-hari masyarakat setempat," pungkas Joko Nugroho.

Langkah penertiban ini diambil setelah area cagar budaya tersebut sempat ditutup total pada Minggu (31/5/2026) pagi.

Penutupan dipicu oleh kedatangan mendadak dua bus pariwisata yang membawa puluhan turis asing tanpa izin.

"Itu ada serombongan wisatawan manca ya, katanya dari Asia itu, dua bus.

>>> Mengenal Asal-Usul Jasuke dan Ragam Kreasi Uniknya yang Populer

Karena pagi sekali kemudian juga mereka ini banyak ya jadi ramai banget dan berisik," jelas Joko Nugroho.