Pengelola Between Two Gates Kotagede Terapkan Aturan Baru untuk Wisatawan
Pengelola kawasan cagar budaya Between Two Gates (BTG) di Purbayan, Kotagede, Kota Yogyakarta, memberlakukan aturan baru bagi pengunjung.
Langkah ini diambil setelah penutupan sementara akibat kedatangan wisatawan massal yang tidak tertib.
>>> Waspadai Risiko Kesehatan Akibat Paparan Semburan AC Secara Langsung
Aturan tersebut mewajibkan rombongan pelancong untuk memberikan pemberitahuan terlebih dahulu sebelum berkunjung.
Hal ini diungkapkan oleh Pengelola BTG, Joko Nugroho, seperti dilansir dari Detik Travel pada Minggu (7/6/2026).
Kawasan heritage ini sejatinya merupakan permukiman padat penduduk yang masih mempertahankan tata ruang rumah tradisional Jawa dengan konsep rukunan.
Nama Between Two Gates lahir dari penelitian Jurusan Arsitektur UGM bersama Universitas Wisconsin pada tahun 1986, karena posisinya yang berada di antara dua gerbang.
"Ini sebenarnya bukan jalan umum, melainkan bagian dari rumah warga. Konsepnya di Kotagede disebut rukunan," kata Joko Nugroho.
Pihak pengelola menjelaskan bahwa kesamaan komposisi tata ruang membuat deretan hunian tersebut tampak menyerupai jalan, meskipun statusnya merupakan area privat milik warga lokal.
"Jadi karena ini semuanya itu menghadapnya sama, kemudian komposisi tata ruangnya sama, sehingga kalau ini dibuka itu kan menjadi satu deretan yang seolah-olah ini menjadi sebuah jalan gitu, padahal ini sebenarnya bukan jalan umum dan ini menjadi bagian dari rumah," jelas Joko Nugroho.
Pemberitahuan awal dari biro perjalanan atau pemandu wisata sangat dibutuhkan agar pengelola dapat berkoordinasi dengan warga setempat melalui grup komunikasi internal sebelum rombongan tiba di lokasi.
"Biasanya mereka memberi tahu dulu, tanggal berapa datang, jumlah tamunya berapa, dan kegiatannya apa. Jadi warga bisa mempersiapkan," ujar Joko Nugroho.
Selain rombongan resmi, pengelola juga menyoroti arus wisatawan mandiri yang datang akibat pengaruh media sosial. Pergerakan mereka jauh lebih sulit dipantau.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







