Pendingin ruangan atau AC menjadi fasilitas penting di negara tropis seperti Indonesia. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di ruangan bersuhu rendah, baik di rumah, kantor, maupun kendaraan.

Meski memberikan kesejukan, kebiasaan membiarkan tubuh terpapar semburan angin AC secara langsung dapat memicu dampak buruk bagi kesehatan.

>>> Raffi Ahmad Disebut dalam Sidang Kasus Bea Cukai, KPK Tegaskan Belum Ada Indikasi Penyelundupan

Risiko gangguan medis ini meningkat jika hawa dingin terus-menerus menerpa wajah, leher, bahu, atau punggung.

Gangguan Kesehatan Akibat Paparan AC Langsung

Bell's Palsy adalah kelumpuhan sementara pada saraf wajah. Gejalanya meliputi kesulitan menutup kelopak mata, mulut mencong, dan bicara tidak jelas.

Penderita juga mengalami penurunan indera pengecap serta kesulitan minum atau berkumur. Gangguan ini lebih sering menyerang remaja dan dewasa muda, meski orang tua juga bisa mengalaminya.

Frozen shoulder atau bahu beku menimbulkan nyeri dan membatasi gerakan lengan serta bahu. Keluhan ini sering terasa saat bangun tidur.

Hembusan udara dingin yang intens pada tubuh bagian atas dapat memperburuk jaringan saraf di sekitar bahu. Jika tidak ditangani, frozen shoulder bisa bertahan lama dan mengganggu aktivitas harian.

Carpal Tunnel Syndrome terjadi akibat tekanan pada saraf di pergelangan tangan, menyebabkan nyeri, kesemutan, dan mati rasa. Gejala biasanya menyerang ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.

Rasa sakit sering bertambah parah pada malam hari. Kondisi ini dipicu oleh ruangan dingin atau paparan angin AC langsung ke pergelangan tangan.

Tortikolis atau leher kaku membuat otot leher kaku dan sakit saat menoleh. Banyak orang menganggapnya sebagai salah bantal, padahal pemicunya tidak hanya posisi tidur.