Generasi Z (Gen Z) kerap dijuluki sebagai generasi paling sehat.

Mereka dinilai lebih aktif berolahraga, lebih terbuka soal kesehatan mental, dan lebih sadar pola hidup sehat berkat media sosial.

>>> OnePlus N6x Resmi Meluncur di India pada 31 Juli

Namun, benarkah anggapan itu? Dokter spesialis kedokteran keluarga dari Henry Ford Health, Dr. Nour Alkhoudr, mengatakan jawabannya tidak sesederhana itu.

"Meski Gen Z melakukan beberapa hal dengan benar, masih ada banyak ruang untuk perbaikan," ujar Alkhoudr, dikutip dari Henry Ford Health, Jumat (24/7/2026).

Lebih Jarang Merokok dan Minum Alkohol

Gen Z yang lahir antara 1997 hingga 2012 memiliki tingkat merokok lebih rendah dibanding generasi sebelumnya. Mereka juga lebih jarang mengonsumsi alkohol.

Dua dekade lalu, kelompok usia 18-35 tahun merupakan konsumen alkohol terbesar. Kini, tingkat konsumsi alkohol tertinggi justru pada kelompok usia 35-54 tahun.

Meski demikian, Alkhoudr mengingatkan penggunaan rokok elektronik (vape) masih menjadi masalah. Banyak anak muda menganggap vape lebih aman, padahal vape tetap dapat merusak paru-paru.

Penggunaan ganja juga cukup umum di kalangan remaja dan dewasa muda, terutama setelah dilegalkan di sejumlah negara bagian AS.

Penggunaan ganja saat remaja dapat mempengaruhi perkembangan otak dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.

Lebih Aktif Berolahraga, tetapi Terlalu Lama di Depan Layar

Sejumlah penelitian menunjukkan Gen Z lebih sering pergi ke pusat kebugaran dan rutin berolahraga dibanding generasi sebelumnya. Aktivitas fisik ini bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Namun, Gen Z juga dikenal sebagai generasi digital yang menghabiskan banyak waktu di depan layar.

Gaya hidup kurang gerak meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, depresi, hingga beberapa jenis kanker.