Semburan hawa dingin yang konstan ke leher dapat memicu ketegangan otot dan peradangan lokal. Nyeri leher kaku bisa datang mendadak dan mengganggu mobilitas kepala.

>>> Mengenal Asal-Usul Jasuke dan Ragam Kreasi Uniknya yang Populer

Kulit kering juga menjadi masalah akibat berada di ruangan ber-AC terlalu lama. Udara kering mempercepat hilangnya kadar air alami pada kulit.

Akibatnya, kulit menjadi kasar, kering, dan lebih sensitif terhadap iritasi. Risiko ini meningkat pada individu yang kurang minum air putih selama beraktivitas di ruang berpendingin.

Gangguan pernapasan juga mengintai akibat sirkulasi udara buruk di ruangan ber-AC tertutup. Hal ini rentan memicu sesak atau rasa tidak nyaman pada saluran napas.

Individu dengan riwayat asma atau alergi paling rentan terdampak. Angin dingin yang langsung menerpa wajah dapat mengiritasi saluran napas bagi mereka yang sensitif.

Langkah Pencegahan Efek Samping AC

Masyarakat dapat menerapkan beberapa tindakan preventif sederhana. Ubah posisi tempat tidur atau meja kerja agar tidak berada tepat di jalur hembusan angin AC.

Atur suhu pendingin ruangan pada tingkat yang ideal dan tidak terlalu dingin. Pasang alat pengarah angin atau reflektor AC agar aliran udara tidak langsung mengenai tubuh.

Tingkatkan konsumsi air putih untuk menjaga keseimbangan cairan dan hidrasi. Lakukan peregangan otot secara berkala di sela waktu kerja dalam ruangan dingin.

Lakukan perawatan rutin untuk menjaga kebersihan dan fungsi ventilasi unit AC.

>>> Jadwal AVC Nations Cup 2026: Voli Putri Indonesia vs Hongkong 9 Juni

Pemakaian AC yang tidak bijak berpotensi memicu gangguan fisik, sehingga pengaturan jarak aman dan kontrol suhu menjadi kunci utama menjaga kesehatan.