Pajak turis bukanlah hal baru. Beberapa kota di dunia, seperti di Spanyol, Jerman, dan Amerika Serikat, sudah menerapkannya sejak lama.

Awalnya, pajak ini diperkenalkan untuk mengurangi overtourism dan menambah pendapatan dari wisatawan. Bhutan bahkan sudah menerapkannya sejak 1974 untuk melestarikan alam dan budaya Buddha.

>>> Kate Middleton Dorong William Temui Harry di Inggris

Pada 2026, sejumlah kota di dunia menaikkan pajak turis atau baru memberlakukannya. Berikut daftarnya.

Kota-kota yang Menerapkan Pajak pada 2026

1. Edinburgh: Edinburgh menjadi kota pertama di Skotlandia yang memberlakukan pajak turis untuk hotel.

Mulai 24 Juli 2026, turis dikenakan biaya tambahan 5% untuk akomodasi pada lima malam pertama.

2. Kyoto: Setelah 1 Maret 2026, pajak menginap di Kyoto naik.

Tarifnya bertingkat: kamar di bawah 6.000 yen dikenakan 200 yen, kamar 6.000-20.000 yen sebesar 400 yen, kamar 50.000-100.000 yen sebesar 4.000 yen, dan di atas 100.000 yen sebesar 10.000 yen.

3.

Barcelona: Pajak pariwisata regional untuk hotel bintang lima naik dari 3,50 euro menjadi 7 euro per malam.

Kenaikan ini awalnya dijadwalkan 2025, tetapi ditunda hingga April 2026.

4. Venesia: Pajak turis harian sebesar 5 euro kembali diberlakukan pada 2026.

Jika dipesan jauh-jauh hari, biaya tetap 5 euro pada hari tertentu (April-Juli), namun naik menjadi 10 euro jika dipesan kurang dari empat hari sebelumnya.

>>> Akademisi Kritik Stiker Larangan Beli BBM bagi Penunggak Pajak Motor

5. Amsterdam: Per 1 Januari 2026, pajak menginap singkat naik dari 9% menjadi 21%.

Kenaikan ini berlaku untuk semua pemesanan sejak November 2025.

6.

Milan: Menjelang Olimpiade Musim Dingin 2026, Milan menaikkan pajak wisata untuk akomodasi dalam radius 30 km dari stadion Olimpiade, dari 3,50-6,30 euro menjadi 4-10 euro tergantung jenis akomodasi.