Kate Middleton, Putri Wales, mendorong Pangeran William untuk bertemu dengan adiknya, Pangeran Harry, beserta Meghan Markle dan kedua anak mereka saat kunjungan ke Inggris pada Juli 2026.

Langkah ini diambil di tengah kecemasan keluarga kerajaan yang masih membara akibat perseteruan berkepanjangan.

>>> Akademisi Kritik Stiker Larangan Beli BBM bagi Penunggak Pajak Motor

Menurut laporan Us Weekly, Raja Charles III optimistis dengan kunjungan tersebut karena ingin menjalin hubungan dengan cucu-cucunya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet.

Namun, seorang sumber mengatakan kepada Heat magazine bahwa kedatangan Harry dan Meghan justru memicu kecemasan mendalam bagi Kate Middleton.

Ketegangan antara Kate dan Meghan sudah berlangsung bertahun-tahun, dimulai dari perselisihan soal gaun pengiring pengantin hingga tuduhan dalam memoar Harry tahun 2023.

Penulis kerajaan Tom Sykes melaporkan bahwa Pangeran William sangat menentang rekonsiliasi dan menganggap kembalinya Harry sebagai pengkhianatan.

Rencana kunjungan lima hari itu juga menghadapi kendala logistik. The Guardian melaporkan bahwa permintaan Harry untuk pengawalan polisi di luar kediaman kerajaan ditolak.

Hal ini membuat Harry frustrasi dan mempertimbangkan opsi lain, seperti kunjungan singkat satu hari dari daratan Eropa.

Seorang sumber yang berbicara kepada Heat magazine mengungkapkan pergulatan emosional yang dialami Kate Middleton terkait kehadiran Meghan Markle.

"Ada begitu banyak luka yang ditimbulkan Meghan selama bertahun-tahun, mustahil bagi Kate untuk melupakan semuanya dan move on dalam semalam," kata sumber tersebut.

Sumber itu menambahkan bahwa meskipun Kate mendukung upaya Raja Charles III untuk menyembuhkan perpecahan keluarga, dinamikanya berubah saat Meghan terlibat.

"Jika Harry datang sendiri, ceritanya akan sangat berbeda. Keterlibatan Meghan yang mengubah dinamika sepenuhnya.