Sebesar apa pun Kate menginginkan perdamaian, mustahil untuk tidak khawatir tentang kekacauan yang akan dibawa Meghan," ujar sumber itu.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa Kate Middleton secara pribadi terdampak oleh drama kerajaan yang berkepanjangan, meskipun ia memilih untuk tetap diam di depan publik.

>>> INA Catat Dana Kelolaan Investasi Capai Rp146,2 Triliun per 2025

"Kate selalu berada di atas drama, tetapi hanya karena dia diam bukan berarti dia tidak terpengaruh oleh semua yang terjadi.

Ada begitu banyak luka pribadi, belum lagi Kate menyaksikan langsung dampaknya pada William yang masih terasa hingga hari ini," tambah sumber itu.

Meghan Markle sebelumnya membahas laporan awal tentang ketegangan mereka dalam wawancara televisi dengan Oprah Winfrey pada 2021, yang berfokus pada perselisihan soal gaun pengiring pengantin Putri Charlotte.

"Yang sulit diatasi adalah disalahkan atas sesuatu yang bukan hanya tidak saya lakukan, tetapi terjadi pada saya," jelas Meghan.

Pangeran Harry kemudian membela keputusannya untuk mempublikasikan pengalaman pribadinya dan dinamika internal kerajaan dalam wawancara dengan The Guardian.

"Saya tahu bahwa berbicara mengganggu beberapa orang dan bertentangan dengan narasi. Buku itu?

Itu adalah serangkaian koreksi terhadap cerita yang sudah ada. Satu sudut pandang telah dikemukakan dan perlu dikoreksi," tegas Harry.

Harry menegaskan bahwa motivasinya didasari keinginan untuk membangun fondasi kebenaran bagi diskusi keluarga di masa depan.

"Saya tidak percaya bahwa saya mengumbar cucian kotor di depan umum. Itu adalah pesan yang sulit, tetapi saya melakukannya dengan cara terbaik.

Hati nurani saya bersih," kata Harry.

Ia menyimpulkan dengan menekankan perlunya menyelesaikan masalah masa lalu sebelum melangkah maju dengan hubungan keluarga.

>>> Peneliti Temukan Rute 153 Hari ke Mars, Ilmuwan Dorong Pertahanan Planet

"Ini bukan tentang balas dendam, ini tentang akuntabilitas... Anda tidak bisa memiliki rekonsiliasi sebelum Anda memiliki kebenaran," ujar Harry.