Indonesia Investment Authority (INA) mencatat pertumbuhan dana kelolaan investasi atau Asset Under Management (AUM) mencapai Rp146,2 triliun per 2025.

CEO INA Oki Ramadhana mengungkapkan angka tersebut tumbuh sekitar 1,9 kali lipat dibandingkan tahun pertama operasional INA pada 2020.

>>> Peneliti Temukan Rute 153 Hari ke Mars, Ilmuwan Dorong Pertahanan Planet

Rinciannya, dana kelolaan dari INA sebesar Rp110,2 triliun, sedangkan dari mitra investasi mencapai Rp36 triliun.

"Lima tahun INA untuk Indonesia, total AUM Rp146 triliun, tumbuh 1,9 kali dibanding tahun pertama beroperasi," ujar Oki dalam media briefing di Jakarta Selatan, Rabu (1/7).

Ia menambahkan, kontribusi mitra investasi tumbuh 4,5 kali lipat dibanding tahun pertama operasional.

Secara kumulatif, investasi yang disalurkan INA dan mitra mencapai Rp74,5 triliun pada 2025. Investasi INA sebesar Rp33,3 triliun, sementara mitra Rp41,2 triliun.

Alokasi Investasi Berdasarkan Sektor

Oki menjelaskan mayoritas alokasi investasi berada di sektor transportasi dan logistik sebesar 44 persen.

>>> Anak Laki-Laki di Kanada Meninggal Akibat Rabies Setelah Terpapar Kelelawar

Disusul sektor digital dan kecerdasan buatan (AI) sebesar 29,6 persen, serta energi hijau 9,8 persen.

Sektor kesehatan menyerap 9,2 persen, advanced material 5,5 persen, dan sektor potensial lainnya 1,9 persen.

"Transportasi dan logistik masih besar, 44 persen, tapi ke depan kami terus diversifikasi ke sektor lain agar lebih balance," terangnya.

INA juga fokus pada sektor manufaktur dan bernilai tambah tinggi pada 2025 untuk mendukung program hilirisasi pemerintah.

>>> VAURA Pilates Resmi Buka Studio Pertama di Indonesia, Target Pasar Wellness Premium

"Di 2025 kami memperluas fokus, menambah advanced material dan manufacturing. Ini sektor kritis bagi Indonesia," pungkas Oki.