Para pelaku usaha tambang di Indonesia mayoritas memanfaatkan jenis Biosolar B40. Bahan bakar ini memadukan solar murni dengan 40% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sesuai dengan regulasi pemerintah.

Berbeda dengan pengisian di SPBU, transaksi solar industri menerapkan volume pembelian minimal mulai dari 1.000 liter.

Skema layanan Pertamina One Solution meliputi LOCO, FRANCO, Vendor Held Stock (VHS), dan Fuel Management System (FMS).

Data resmi dari distributor PT Global Nararya Multitrading (GNM) menunjukkan penyesuaian harga keekonomian sebelum pajak pada periode 1—14 Juni 2026.

Kenaikan sebesar Rp100 per liter terjadi di seluruh wilayah.

Daftar Harga Solar Industri HSD B40 per Area (1—14 Juni 2026)

Wilayah Operasional Area 1 mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Madura dengan harga Rp25.850 per liter. Area 2 Kalimantan sebesar Rp25.950 per liter.

Area 3 meliputi Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan harga Rp26.050 per liter.

Area 4 mencakup Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua sebesar Rp26.200 per liter.

>>> Timnas Indonesia Targetkan Kemenangan atas Mozambik di FIFA Matchday

Seluruh nominal harga keekonomian solar industri HSD B40 yang dirilis tersebut belum termasuk akumulasi komponen perpajakan seperti PPN, PPh, dan PBBKB.