Populasi yang terisolasi secara geografis atau sosial selama berabad-abad menyimpan tanda genetik langka yang menjadi perhatian para ilmuwan.

Studi terbaru mengungkap bagaimana isolasi membentuk keragaman genetik dan memicu adaptasi unik.

>>> Pemprov DKI Siapkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Total Sekolah

Bagaimana Isolasi Membentuk Gen Pool

Ketika sekelompok kecil orang berpisah dari populasi besar, mereka hanya membawa sebagian kecil keragaman genetik asli. Fenomena ini disebut peristiwa pendiri (founder event).

Peneliti di UC Berkeley mengembangkan alat analitik bernama ASCEND untuk melacak peristiwa tersebut.

Dalam studi tahun 2022 di PLOS Genetics, tim menganalisis sekitar 460 populasi di seluruh dunia dan menemukan lebih dari separuhnya berasal dari kelompok pendiri yang kecil.

Komunitas Terisolasi di Amerika Utara dan Asia

Beberapa komunitas terisolasi telah menarik minat penelitian karena sejarah leluhur yang unik. Kelompok Anabaptis di Amerika Utara, seperti Amish, Mennonite, dan Hutterite, merupakan keturunan pemukim Eropa abad ke-16.

Pernikahan internal selama beberapa generasi menciptakan hubungan genetik yang tinggi.

Di kalangan Old Order Mennonites, penyakit maple syrup urine memengaruhi sekitar 1 dari 380 anggota, angka yang hampir tidak pernah terdengar di populasi umum.

Komunitas Hutterite hanya berasal dari 67 individu pendiri, yang menjelaskan tingginya angka cystic fibrosis saat ini.

Sementara itu, komunitas Parsis bermigrasi dari Persia ke India pada abad ke-7 dan mempertahankan profil genetik yang khas dengan melarang pernikahan di luar agama.

Peneliti tertarik pada umur panjang Parsis, di mana banyak anggota hidup hingga usia 90 tahun meskipun angka kanker payudara di atas rata-rata.

Studi tahun 2006 di American Journal of Human Genetics menganalisis DNA mitokondria dari lebih 11.000 orang dan menemukan sekitar 40% orang Yahudi Ashkenazi melacak garis keturunan ibu hanya dari empat wanita yang hidup di Eropa 1.000 tahun lalu.