Pergantian tahun Hijriah dari bulan Dzulhijjah menuju 1 Muharram 1448 Hijriah segera tiba.

Momen ini menjadi waktu penting bagi umat Islam untuk merefleksikan perjalanan hidup selama setahun ke belakang.

>>> Penggemar BTS Padati Warnet di Jakarta Jelang Penjualan Tiket Konser

Para ulama menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak muhasabah atau evaluasi diri menjelang berakhirnya kalender Hijriah. Salah satu amalan yang kerap dilakukan adalah melafalkan doa akhir tahun.

Doa tersebut memuat pengakuan atas keterbatasan manusia, permohonan tobat atas kekhilafan, serta harapan agar amal ibadah selama setahun diterima Allah SWT.

Landasan Al-Qur'an dan Anjuran Ulama

Tradisi Islam memandang pergantian tahun sebagai momentum berharga untuk menilai kualitas diri. Landasan evaluasi ini bersumber dari Al-Qur'an surah Al-Hasyr ayat 18.

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok."

(QS Al-Hasyr: 18)

Melalui buku Di Balik 7 Hari Besar Islam karya Muhammad Sholikhin, dijelaskan bahwa momen ini tepat untuk menghitung kembali amal.

Proses ini tidak hanya mengingat kesalahan, tetapi juga mensyukuri nikmat Allah sebagai modal memperbaiki masa depan.

Waktu dan Bacaan Doa Akhir Tahun

Membaca doa akhir tahun sudah menjadi tradisi spiritual di tengah masyarakat Muslim Nusantara.

Berdasarkan buku Majmu Syarif dan Al-Ma'tsurat karya Sulthan Adam, umat Islam disarankan memulai muhasabah selepas Ashar hingga mendekati Maghrib di hari terakhir Dzulhijjah.

Langkah ini menyadarkan hamba bahwa segala kekeliruan yang luput dari ingatan tidak pernah luput dari pengawasan Allah.

Setelah Maghrib, fokus amalan beralih pada doa dan harapan baru untuk tahun mendatang.

Berikut lafal doa akhir tahun yang lazim diamalkan: