Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menetapkan awal tahun baru Islam 1 Muharam 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemantauan hilal yang memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS.

>>> Promo Superindo 28 April 2026: Harga Hemat untuk Ayam, Susu, dan Tisu

Penetapan tersebut berbeda dengan keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menetapkan 1 Muharam jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.

Perbedaan ini terjadi karena laporan rukyatul hilal dari PBNU menyatakan hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia pada Senin, 15 Juni 2026.

Kriteria MABIMS Jadi Acuan

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi pada 15 Juni 2026, tinggi hilal di Indonesia saat matahari terbenam berkisar antara 0,92 derajat di Merauke hingga 4,02 derajat di Sabang.

Sudut elongasinya juga berada pada rentang 5,64 derajat hingga 6,98 derajat.

"Dengan parameter tersebut, sebagian besar wilayah Indonesia telah memenuhi kriteria minimum MABIMS.

Sehingga awal Muharam 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026," kata Arsad, Selasa (16/6).

Arsad menambahkan bahwa kriteria MABIMS juga digunakan dalam penyusunan kalender hijriah Indonesia bersama para pakar falak. Terkait perbedaan penetapan, Kemenag menyatakan menghormati hasil rukyat organisasi keagamaan lain.

"Menghormati keputusan PBNU," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar.

Metode Imkanur Rukyat sebagai Jembatan

Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi menerangkan bahwa metode imkanur rukyat berfungsi sebagai jembatan antara observasi lapangan dan perhitungan astronomi.

Analisis data jangka panjang ini dinilai memiliki akurasi ilmiah yang kuat.