CEO Aprilia Racing Massimo Rivola secara terbuka mengkritik pebalapnya, Jorge Martin, setelah insiden di MotoGP Hungaria 2026. Kecelakaan massal terjadi di tikungan pertama Sirkuit Balaton Park.

Martin kehilangan kendali saat pengereman dan menabrak rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Akibatnya, lima pebalap terseret, termasuk Fermin Aldeguer, Fabio Di Giannantonio, dan Raul Fernandez.

>>> Invasi Mobil China Pengaruhi Pasar Kendaraan Bekas Indonesia

Rivola menegaskan bahwa insiden itu sepenuhnya kesalahan teknis Martin. "Kesalahan Martin seharusnya tidak pernah terjadi, apalagi ketika keselamatan dipertaruhkan," ujarnya.

Menurut Rivola, posisi motor yang terlalu miring di area dengan cengkeraman rendah menjadi penyebab utama. "Ini adalah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang juara dunia," katanya.

Rivola membandingkan insiden ini dengan tabrakan Martin dan Bezzecchi di Motegi musim lalu. "Hasil akhirnya mirip, tetapi kesalahannya sangat berbeda," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Martin tidak menggunakan rem depan dengan tepat sesuai kondisi lintasan. "Kali ini kesalahannya lebih kecil, tetapi dampaknya lebih buruk bagi kami," ujar Rivola.

>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Rivola menolak anggapan bahwa tikungan pertama Sirkuit Balaton Park berbahaya. "Semua pebalap sudah tahu layout dan grip sirkuit.

Mereka harus lebih tenang saat memasuki tikungan pertama," katanya.

Ia juga mengeluhkan nasib buruk tim Aprilia yang kerap terseret kecelakaan. "Setiap kali terjadi insiden, selalu ada satu atau dua Aprilia yang ikut terjatuh," ujarnya.

>>> WWDC26: Foundation Models Dukung Gemini, Xcode 27 Hadirkan Alat Coding Agen

Akibat kecelakaan ini, Martin dan Bezzecchi gagal meraih poin. Martin pun kehilangan kesempatan memperkecil selisih poin dari Bezzecchi di klasemen sementara MotoGP 2026.