Pasar mobil bekas di Indonesia mulai merasakan dampak dari gempuran berbagai merek kendaraan baru asal China, baik tipe kendaraan listrik maupun plug-in hybrid.

Fenomena ini memicu penyesuaian volume penjualan dan harga di bursa kendaraan seken.

>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Kondisi tersebut dikonfirmasi oleh perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk.

Kedatangan unit-unit baru dengan harga kompetitif menjadi faktor utama yang mendisrupsi pasar.

"Kehadiran banyak tipe baru dengan harga yang relatif terjangkau bagi masyarakat kelas menengah tak dapat dipungkiri mempengaruhi penjualan mobil bekas," ujar perwakilan BFI Finance kepada Kontan, Selasa (9/8/2026).

Kinerja Positif Pembiayaan Kendaraan Bekas

Kendati pasar mengalami pergeseran, BFI Finance tetap membukukan kinerja positif pada sektor pembiayaan kendaraan roda empat seken.

Hingga periode Maret 2026, piutang yang dikelola perusahaan untuk sektor ini melonjak sebesar 30,3 persen secara tahunan.

>>> WWDC26: Foundation Models Dukung Gemini, Xcode 27 Hadirkan Alat Coding Agen

Ekspansi bisnis terus dijalankan guna mempertahankan pertumbuhan tersebut lewat perluasan jaringan Bursa Mobil SOBAT BFI.

Langkah konkret dilakukan di BG Junction, Surabaya, dengan meningkatkan kapasitas tampung hingga berkisar 300 unit kendaraan.

Jaringan kemitraan dengan ratusan showroom juga diperkuat untuk wilayah Jabodetabek.

Akses pembiayaan ini diperluas melalui kerja sama di sejumlah pusat otomotif seperti WTC Mangga Dua, Mangga Dua Square, MGK Kemayoran, Bella Terra Kelapa Gading, hingga Summarecon Serpong.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,50 Persen untuk Stabilkan Rupiah

Fasilitas kredit tersebut kini turut mengakomodasi unit mobil listrik bekas.