"Kemarin waktu pandemi, kita jadi lebih aware ke kesehatan, komposisi, apa yang kita makan, kesehatan dan lain-lain," ujar Arnold Poernomo.

Keterlibatan aktif ini sekaligus membangun kedekatan emosional yang kuat antara ayah dan anak. Hubungan tersebut dinilai menjadi bagian penting untuk mendukung pertumbuhan anak yang sehat.

"Walaupun para ayahnya keterbatasan waktu, tapi tetap ada bonding dengan bayinya," jelas pakar tumbuh kembang anak, Prof. dr. Rini Sekartini Sp.

A (K).

Rini menambahkan bahwa kecanggungan dalam mengasuh anak dapat diatasi melalui berbagai pelatihan, seperti teknik penanganan bayi hingga dukungan pemberian ASI.

Kerja sama yang terjalin sejak bayi ini secara perlahan mampu mengubah pandangan kaku mengenai pembagian kerja berdasarkan gender.

"Jadi, itu sangat bagus saat ini bahwa bukan gender, enggak mementingkan gender, tapi keluarga itu dibina atau dibesarkan bersama-sama," kata Prof. dr. Rini Sekartini Sp.

>>> 18 Tim Basket Mahasiswa Bersaing di The Nationals 2026

A (K).