Pemerintah Bangun Pabrik Mobil Nasional di Subang pada 2027
Pemerintah Indonesia berencana membangun pabrik mobil nasional di kawasan industri Subang, Jawa Barat pada tahun 2027. Langkah ini bertujuan memperkuat kemandirian industri otomotif domestik.
Proyek strategis ini akan memanfaatkan lahan seluas sekitar 412 hektare.
>>> Pemilik Motor Listrik Mulai Beralih ke Bengkel Umum
Pemilihan lokasi didasarkan pada strategi pemanfaatan aset negara yang belum optimal, sebagaimana dikutip dari dokumen Kerangka Ekonomi Makro Pokok Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027.
Kebijakan penataan industri otomotif ini diproyeksikan mendongkrak nilai tambah sektor manufaktur. Selain itu, proyek ini diharapkan memperkokoh rantai pasok lokal dan membuka lapangan pekerjaan baru.
Pemerintah menargetkan substitusi impor kendaraan serta peningkatan kandungan lokal. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki neraca perdagangan nasional.
Fokus pada Skala Produksi dan Alih Teknologi
Fokus utama pemerintah saat ini adalah pencapaian skala produksi yang efisien dan efektivitas alih teknologi.
Produk otomotif dalam negeri diharapkan memiliki daya saing kuat di pasar domestik maupun internasional.
>>> TVS Siapkan Skutik Premium 160 cc untuk Saingi Aerox dan Vario
Pada tahun 2026, proyek mobil nasional telah memasuki fase kajian pra-kelayakan dan pra-desain prototipe.
Pembiayaan jangka menengah direncanakan mendapat dukungan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama pihak swasta, dengan koordinasi lintas kementerian.
Selain kendaraan roda empat, pemerintah juga akan melanjutkan program motor nasional berbasis listrik pada 2027.
Proyek roda dua listrik untuk kebutuhan taktis tersebut menunjuk PT Len Industri sebagai pelaksana utama.
Program motor listrik diharapkan mengurangi ketergantungan pada komponen luar negeri dan mentransmisikan teknologi.
>>> Pemprov DKI Jakarta Gelar Operasi Penertiban Parkir Liar di 15 Titik
Hingga April 2026, distribusi motor listrik telah mencapai 3.000 unit secara nasional, dengan fase pertama selesai dan fase kedua memasuki tahap akhir kontrak.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







