Tren modifikasi untuk meningkatkan performa kendaraan kini banyak diminati pengguna motor listrik. Langkah ini bertujuan menambah daya jelajah atau mendongkrak laju kendaraan agar lebih mumpuni saat digunakan sehari-hari.

Pemilik Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, mengungkapkan permintaan modifikasi cukup tinggi, khususnya dari pemilik motor listrik segmen kelas bawah.

>>> Pemprov DKI Jakarta Tertibkan Parkir Liar di 15 Titik, 600 Personel Dikerahkan

"Pengguna motor listrik saat ini banyak yang mengeluhkan jarak tempuh yang terlalu pendek maupun kecepatan yang kurang maksimal khususnya ketika tanjakkan," kata Adi kepada Kompas.

com di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).

Menurut Adi, kendaraan setrum di kelas harga terjangkau biasanya hanya mempunyai kecepatan puncak sekitar 50 hingga 70 km/jam.

Jarak jelajahnya berkisar 30 sampai 40 kilometer untuk sekali pengisian daya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pemilik lebih memilih modifikasi pada komponen tertentu daripada membeli unit baru.

Peningkatan daya jelajah biasanya dilakukan dengan mengganti baterai standar bawaan pabrik menggunakan baterai berkapasitas lebih besar.

Sebagian pengguna juga menerapkan sistem baterai ganda dengan menyematkan baterai kedua sebagai cadangan daya.

"Kalau mau jaraknya lebih jauh, biasanya baterainya diganti dengan kapasitas yang lebih besar atau dibuat sistem dual battery," ujar Adi.

Melalui metode ini, jarak tempuh kendaraan bisa didongkrak sesuai kebutuhan pemilik.

Beberapa konsumen bahkan meminta agar kendaraan setrum mereka dapat melaju sejauh 70 kilometer hingga menembus jarak di atas 100 kilometer dalam sekali cas.

Sementara itu, peningkatan kecepatan dilakukan lewat penggantian komponen kontroler standar dengan perangkat aftermarket yang sistemnya dapat diprogram ulang.

>>> Jasa Marga Perbaiki Jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi Juni 2026