Indeks dolar AS (DXY) merosot ke bawah level 100 pada perdagangan Selasa (9/6).

Indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama itu tercatat di posisi 99,97.

>>> Harga Emas Dunia Berpotensi Rebound ke US$ 4.381

Pelemahan ini dipicu oleh kesepakatan penghentian serangan antara Iran dan Israel. Kesepakatan tersebut mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset aman.

Meski turun, dolar AS masih berada di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan terhadap sejumlah mata uang utama.

Hal ini didukung oleh rilis data pekerjaan domestik yang lebih kuat dari perkiraan.

Data ketenagakerjaan yang solid memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun.

>>> iMe Indonesia Buka Tiket Konser BTS ARIRANG di Jakarta, Ini Jadwalnya

Pelaku pasar memperkirakan probabilitas sekitar 70 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin pada Desember.

Perhatian investor kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada akhir pekan.

Data tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter bank sentral.

>>> FLYOS Rilis Trailer Perdana Vampire The Masquerade: Eternal Whispers

Sementara itu, Bank Sentral Eropa diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada minggu ini. Hal ini turut mempengaruhi pergerakan dolar AS di pasar global.