Valuasi perusahaan diramal menembus angka USD 1,8 triliun, yang berpotensi menempatkan Elon Musk sebagai triliuner baru dalam denominasi dolar AS.

Hubungan bisnis antara Google dan SpaceX sebenarnya sudah terbangun lama secara erat.

Berdasarkan kalkulasi dari data Bloomberg, Google saat ini menguasai sekitar 5% saham di SpaceX berkat kucuran investasi besar yang mereka tanamkan sejak tahun 2015.

Pusat Data Colossus 1 dan Rencana Pusat Data Luar Angkasa

Ketersediaan ratusan ribu chip AI di bawah pengelolaan SpaceX terwujud setelah adanya langkah merger strategis antara SpaceX dengan startup AI xAI pencipta chatbot Grok pada awal tahun ini.

Perusahaan gabungan tersebut gencar membangun infrastruktur kecerdasan buatan dalam skala masif.

Salah satu proyek utama mereka adalah pusat data raksasa Colossus 1 yang berlokasi di Memphis, Tennessee, dengan target kapasitas menampung hingga satu juta GPU.

Selain fasilitas darat, SpaceX mengumumkan konsep masa depan untuk mengoperasikan hampir satu juta pusat data melayang yang mengorbit di luar angkasa.

Dalam prospektus teranyar, perusahaan yang segera melantai di bursa saham ini tercatat menelan biaya hampir USD 7,7 miliar untuk pemenuhan infrastruktur AI pada kuartal pertama tahun fiskal 2026 saja.

>>> Pemilik Bengkel Sarankan Ganti Baterai SLA Motor Listrik Secara Sepaket

Google juga bukan satu-satunya penyewa, mengingat SpaceX telah menandatangani kesepakatan dengan Anthropic selaku pengembang AI Claude untuk akses komputasi di Colossus 1 sejak Mei lalu.