Baterai merupakan komponen utama yang menentukan performa motor listrik.

Selain baterai lithium-ion yang semakin populer, masih banyak motor listrik yang menggunakan baterai tipe SLA (Sealed Lead Acid).

>>> San Antonio Spurs Hadapi New York Knicks di Game 3 Final NBA

Abdulah, pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menyarankan penggantian baterai SLA secara total atau sepaket.

Menurutnya, mengganti hanya satu unit dalam rangkaian dapat menimbulkan ketidakseimbangan performa.

"Kalau SLA saya sarankan harus ganti total. Misalkan ada empat SLA, itu harus diganti.

Kalau tidak, berpengaruh banget," kata Abdulah kepada Kompas. com.

Ia menjelaskan bahwa baterai baru memiliki karakteristik berbeda dengan baterai lama yang sudah mengalami penurunan kapasitas.

Akibatnya, paket baterai tidak bekerja optimal dan masalah serupa bisa muncul kembali dalam waktu singkat.

"Banyak sih yang datang, 'Om, ganti satu aja.' Saya sudah jelaskan panjang lebar, tetap ngotot satu aja.

>>> iOS 27 Hadirkan Kecerdasan Sistem, Kontrol Orang Tua, dan Peningkatan Kinerja

Ya sudah, risikonya ditanggung konsumen," ujarnya.

Abdulah menambahkan, konsumen yang memaksa ganti satuan biasanya akan kembali dalam waktu dua minggu. "Benar saja, kalau SLA ganti satuan, dua minggu balik.

Dua minggu itu sudah lumayan. Ada yang baru dua hari saja balik," katanya.

Motor listrik yang masih menggunakan baterai SLA cukup beragam. Abdulah menyebut beberapa model seperti Uwinfly T3 dan Yadea yang masih mengandalkan teknologi tersebut.

Pada umumnya, motor listrik berbasis SLA menggunakan empat hingga enam unit aki yang dirangkai menjadi satu paket baterai.

Semakin besar kapasitas, biaya penggantian juga semakin tinggi karena seluruh unit sebaiknya diganti bersamaan.

SLA adalah baterai timbal-asam tertutup yang minim perawatan. Elektrolitnya tertutup rapat sehingga pengguna tidak perlu menambah air aki secara berkala.

>>> Persija Jakarta Resmi Kontrak Shin Tae-yong Tiga Tahun

Karakter umum baterai SLA antara lain harga lebih terjangkau dibanding lithium-ion, bobot lebih berat, kepadatan energi lebih rendah, dan umur pakai umumnya lebih pendek.